BETANEWS.ID, KUDUS – Sebagai bentuk kepedulian terhadap anak yatim piatu, para pemuda di Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kudus tergerak mendirikan Rumah Sahabat Kusuma. Yayasan yang berdiri sekitar dua bulan lalu itu, sudah menaungi 110 anak yatim piatu. Sedangkan untuk kaum dhuafa di sana masih dalam proses pendataan.
“Kami berdiri sekitar dua bulan yang lalu. Pendirinya adalah para kaum milenial Desa Mejobo. Berawal dari melihat kondisi masyarakat sekitar, akhirnya para pemuda berinisiatif untuk mendirikan yayasan ini,” ungkap Jamalludin, satu di antara 29 pengurus Rumah Sahabat Kusuma.
Baca juga : Satu Tahun Mengabdi, Ketua DPRD: ‘Kita Akan Terus Fokus Menjalankan Aspirasi’
Pria yang akrab disapa Jamal itu melanjutkan, langkah awal pendampingan anak yatim piatu dengan memberikan santunan rutin setiap bulan. Kegiatan pertama yang dilaksanakan akhir bulan Oktober 2020 kemarin, pihaknya menyalurkan bantuan sekitar Rp 20 juta.
“Alhamdulillah akhir bulan kemarin sudah terlaksana santunan pertama kami. Dengan jumlah 110 anak yatim piatu, total uang keseluruhan sekitar Rp 20 juta. Kegiatan ini tidak lepas dari peran pengusaha muda Desa Mejobo,” terangnya kepada betanews.id, Minggu (1/11/2020).

Sekretaris yayasan Rumah Sahabat Kusuma itu juga membeberkan, jika bulan ini bantuan yang akan disalurkan jumlahnya lebih banyak. Hal itu tak luput dari hasil kerja keras para pengurus dalam mencari donatur.
Selain berkomunikasi dengan para donatur, mereka juga melakukan sosialisasi di jamiyah dan mendatangi rumah warga secara langsung. Menurutnya, antusias warga sangat baik. Bahkan ada saudara dari pengurus yayasan yang di luar negeri antusias ikut menyumbang.
“Hasilnya sungguh di luar dugaan. Para dermawan ini tidak hanya masyarakat desa Mejobo saja, melainkan ada juga dari luar daerah bahkan luar negri. Mereka antusias dan ikut bergabung menjadi orang tua asuh atau donatur tetap setiap bulannya,” jelas Jamal.
Baca juga : Beri Hartopo Kepala Ayam, Masan: ‘Supaya Jadi Bupati’
Ia juga menambahkan, bahwa yayasan tersebut tidak hanya menjadi fasilitator para dermawan untuk menyalurkan dana infaq dan shadaqah. Pihaknya juga menjadi fasilitator antara para dermawan untuk menjadi orang tua asuh.
“Jadi kami berusaha menggandeng para dermawan ini untuk menjadi orang tua asuh. Sehingga dapat membantu kebutuhan mereka secara berkelanjutan layaknya orang tua dan anak,” tambahnya.
Editor : Kholistiono

