Perampok Rumah Guru SMP Sempat Kepergok Warga, tapi Lolos dari Kejaran

BETANEWS.ID, KUDUS – Perampok yang menyatroni rumah guru SMPN 2 Gebog di Desa Karangmalang, RT 1 RW 03, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus sempat kepergok warga. Perampokan tersebut terjadi, Rabu (7/10/2020) sekitar pukul 05.00 hingga 05.30 WIB.

Saksi mata yang juga tetangga korban Muhammad Arifin (31) menuturkan, dirinya sempat memergoki pelaku melompat dari dalam pagar rumah belakang rumsh korban, Purwaningsih (50). Menurutnya, saat itu pelaku berjumlah satu orang dengan mengenakan pakaian serba hitam.

“Sepintas saya melihat pelaku berpakaian serba hitam. Mengenakan penutup kepala seperti ninja. Kaosnya lengan panjang hitam dan celana panjang. Dia juga membawa tas hitam kecil,” tuturnya saat ditemui di tempat kejadian, Rabu (7/10/2020).

-Advertisement-

Baca juga: Rumah Guru SMP Dirampok, Korban Sempat Ditodong Senjata Tajam dan Disekap

Menurutnya, saat itu dirinya memergoki pelaku sekitar pukul 05.30 WIB, ketika membersihkan teras rumah. Dia melihat seseorang melompat dan langsung mengejarnya.

“Sayu curiga orang itu melompat pagar belakang. Terus saya coba kejar ke arah barat, tapi tidak terkejar,” jelasnya sambil menunjuk pagar yang dilompati oleh pelaku.

Sementara itu, menurut keterangan tetangga korban Sri Yuni Karnawati (52), korban masuk dan keluar lewat gerbang belakang rumah korban. Menurutnya, saat itu pintu utama rumah dalam keadaan terkunci.

“Jadi pelaku keluar sekitar pukul 5.30 WIB. Tadi ada tetangga belakang rumah Mas Arifin lihat langsung mengejar. Arahnya itu ke barat, memutari masjid terus ke Selatan,” tuturnya.

Baca juga: Amankan Hutan dari Pencurian dan Kebakaran, Perhutani Gandeng Polres Kudus

Korban Berada di Rumah Sendirian

Menurutnya, saat terjadi perampokan korban dalam keadaan sendirian. Suami sudah meninggal dan kedua anaknya sedang tidak ada di rumah.

“Anaknya satu itu di Jakarta, yang satunya masih kuliah. Semuanya belum menikah,” jelasnya yang juga istri Ketua RW 3 itu.

Dari kejadian tersebut, kata Yuni, pelaku mengambil uang Rp 3 juta dan sejumlah perhiasan. Selain itu, korban juga disekap dengan cara tangan dan kaki diikat dengan lakban serta tali rafiah. Selanjutnya, mata korban ditutup dengan kerudung dan mulut disumbat dengan kain.

“Jadi dengan waktu yang singkat memang apa yang dilihat langsung digasak. Soalnya di dalam ternyata ada laptop. Namun tidak diambil,” tuntas Yuni.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER