31 C
Kudus
Selasa, November 29, 2022
BerandaJATENG1.723 Pasien Dirawat,...

1.723 Pasien Dirawat, Ganjar Pastikan Daya Tampung dan APD di RS Aman

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan daya tampung dan ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) di 58 rumah sakit rujukan masih aman. Dari jumlah rumah sakit tersebut, terdapat 1.723 orang yang menjalani perawatan.

Ganjar mengatakan, kapasitas rumah sakit rujukan Covid-19 di Jawa Tengah masih aman. Bahkan, ada beberapa rumah sakit rujukan yang kapasitasnya masih lebih dari separuh.

“Kapasitas rumah sakit masih cukup. Kan tidak semuanya dirawat di rumah sakit. Kecuali mereka yang ada gejala lain, kalau itu memang mengharuskan dirawat, ya dirawat. Masih cukup, kok. Bahkan Rumah Sakit Bung Karno di Solo juga masih banyak kapasitasnya, Moewardi Solo juga,” kata dia saat ditemui di rumah dinasnya, Puri Gedeh Kota Semarang, Sabtu (27/6/2020).

- Ads Banner -

Selain itu, Ganjar juga memastikan bahwa stok APD masih aman dan terkontrol. Hanya saja, pihaknya meminta agar rumah sakit lebih proaktif apabila ada yang membutuhkan peralatan tambahan.

Baca juga: Percepat Penanganan Covid, Jateng Lakukan 51.000 Tes PCR dan 80.000 Rapid Test 

“Kami juga meminta dunia kesehatan, pemerintah dan semua instansi terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Hari ini, yang kita butuhkan adalah dukungan masyarakat agar mau disiplin menaati protokol kesehatan yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Ganjar menekankan, warga yang masuk dalam kelompok rentan, seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil dan menyusui, serta anak-anak harus menjaga diri dan dijaga agar tidak terpapar Covid-19.

“Jangan sampai mereka keluar bebas dan itu dapat berbahaya bagi kesehatan mereka,” terangnya.

Baca juga: Panglima TNI dan Kapolri Sambangi Pasar Karangayu, Pastikan Protokol Kesehatan Berjalan Baik

Lebih lanjut Ganjar mengatakan, peningkatan kasus positif dalam beberapa waktu terakhir terjadi karena masifnya tracing yang dilakukan kabupaten/kota di Jateng. Saat ini, masing-masing kabupaten/kota memang sedang getol melakukan rapid test atau tes swab secara massal.

“Itu karena tracing dari kabupaten/kota yang memang terus dilakukan. Jadi saya minta kepada kabupaten/kota untuk terus mencari, tidak usah takut citranya buruk karena adanya peningkatan karena pencarian. Lebih baik dicari, kalau ditemukan maka langsung dilakukan treatment yang tepat,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Ahmad Muhlisin
Ahmad Muhlisinhttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sebelumnya telah lama menjadi reporter dan editor di sejumlah media.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler