31 C
Kudus
Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaJATENGGanjar Salurkan Dana...

Ganjar Salurkan Dana Baznas Rp 2,3 Miliar untuk Santri Tak Mudik

BETANEWS.ID SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyalurkan bantuan sebesar Rp 2,3 miliar kepada puluhan ribu santri yang tidak mudik. Bantuan tersebut diambilkan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Ganjar kepada salah satu pengurus pondok pesantren di Masjid Baiturrahman Semarang, Rabu (13/5/2020). Dalam kesempatan itu juga diserahkan bantuan 2.000 paket sembako dari berbagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) Jawa Tengah kepada Pemkot Semarang.

Ganjar mengatakan, di Jawa Tengah, masih ada 23.000 lebih santri yang ada di 400 pondok pesantren yang berasal dari sejumlah daerah, baik dari Jateng maupun luar Jawa. Mereka memutuskan untuk tidak pulang. Jadi pihaknya kemudian memutuskan untuk memberikan bantuan kepada para santri yang tidak mudik itu.

- Ads Banner -

“Mereka adalah patriot bangsa karena rela tidak pulang. Sehingga hidupnya harus kita jamin. Saya berpesan pada pengurus pondok pesantren untuk menjaga agar tidak pulang, ngaji saja di pondok,” tegasnya.

Baca juga: Tak Dapat Bantuan dari Pemprov DKI, Ganjar Akan Kirim Bantuan ke 26 Ribu Warganya

Tak hanya santri, Ganjar juga memastikan bantuan pada masyarakat yang membutuhkan terus berjalan. Hari ini, bantuan provinsi untuk beberapa kota di Jawa Tengah juga mulai didistribusikan.

“Untuk kawan-kawan kita yang ada di Jabodetabek, kami juga akan segera kirim bantuan. Insya Allah minggu depan kami kirim agar mereka di sana terjamin,” tutupnya.

Sementara itu, salah satu pengurus pondok pesantren Al-Mas’udiyah Bandungan Semarang Muhammad Tohirudin mengatakan, bantuan dari pemerintah itu sangat membantu para santri. Di pondoknya, ada 340 santri yang tidak pulang.

“Jadi bantuan ini sangat membantu kami yang tidak pulang ini. Soalnya sekarang sedang susah, kiriman dari rumah juga seret,” imbuhnya.

Baca juga: Gibran Dapat Pesan Khusus dari Ganjar saat Serahkan Bantuan APD

Tohirudin menerangkan, jumlah total santri di pondok pesantren tersebut ada sekitar 1.800 santri. Mayoritas santri yang berasal dari daerah dekat pondok, diperbolehkan untuk pulang.

“Tapi yang dari jauh dan luar kota atau luar pulau tidak boleh pulang. Apalagi yang daerahnya sudah ditetapkan sebagai zona merah. Kami meminta mereka semua tetap di pondok dan ngaji bersama,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Ahmad Muhlisin
Ahmad Muhlisinhttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sebelumnya telah lama menjadi reporter dan editor di sejumlah media.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler