BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan orang tampak keluar dari Masjid Al Aqsha Menara Kudus, Jumat (20/3/2020). Satu di antaranya yakni Rizki Talang Tiyant (26), yang hendak ziarah ke makam Sunan Kudus usai salat Jumat. Talang begitu dia akrab disapa, mengaku ada rasa khawatir adanya virus COVID-19.
Rasa khawatir tersebut tidak membuatnya menghentikan aktivitas di luar rumah termasuk salat Jumat dan ziarah. Tetapi membuat Talang menjadi lebih waspada adanya wabah Corona. Menurutnya, semua kembali pada diri sendiri, yang terpenting mau menjaga kebersihan dan antisipasi.
“Khawatir juga sih adanya wabah COVID-19. Ini mau ziarah juga masih ada rawa waswas. Tapi di sini sudah disediakan antiseptik bagi tamu, dan ada imbauan juga dipasang di depan tadi,” ungkap Warga Desa Ploso, RT 02 RW 03, Kecamatan Jati, Kudus itu.
Dia juga menambahkan, jika sudah memiliki keinginan untuk ziarah sudah lama. Bahkan sudah tiga kali tertunda karena waktunya yang belum tepat.
“Rencana mau ziarah sudah lama, sebelum acara Ta’sis Masjid Menara saya sudah berencana ziarah. Tapi batal terus karena waktunya tidak pas. Jadi, ini setelah salat Jumat saya sempatkan untuk ziarah,” ungkapnya, Jumat (20/3/2020).
Baca juga : Masjid Al Aqsha Menara Kudus Tetap Gelar Salat Jumat Seperti Biasa
Sementara itu, Anis (65), selaku koordinator kebersihan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus menjelaskan, bahwa sudah memasang banner imbauan kewaspadaan dini terhadap virus corona. Selain itu juga disiapkan hand sanitizer bagi para peziarah. Area makam juga sudah disemprot menggunakan desinfektan.
“Air di bak yang biasa diambil peziarah juga kami kuras. Sengaja kami kosongkan untuk antisipasi penularan virus corona. Kecuali tempat wudhu, kami sediakan air bersih yang mengalir. Penyemprotan juga akan kami lakukan dua kali sehari, khususnya area makan dan masjid,” jelasnya.
Selain itu, dia juga menambahkan jika ada tamu rombongan dari luar kota dari pihak yayasan meminta untuk menjadwalkan ulang. “Peziarah yang datang sejauh ini hanya warga sekitar Kudus saja,” tambahnya.
Editor : Kholistiono

