Turyati Khawatir dan Cemas Lihat Ketinggian Air Sungai Wulan

BETANEWS.ID, KUDUS – Air Sungai Wulan yang melintasi Kecamatan Undaan terlihat hampir memenuhi tanggul. Puluhan warga terlihat berdiri di atas tanggul untuk melihat debit air. Di antara mereka yakni Turyati (32), warga Undaan Lor Gang 18 yang merasa cemas dengan meningginya air Sungai Wulan.

Warga bergotong royong mengangkut tanah untuk meninggikan tanggul. Foto: Rabu Sipan

Turyati mengatakan, dirinya sangat was – was dan cemas. Dia khawatir, ketinggian air Sungai Wulan terus meninggi sehingga bisa melimpas atau bahkan menjebol tanggul. Soalnya, jika melimpas atau tanggul Sungai Wulan jebol, otomatis rumahnya dan seluruh warga Undaan Lor akan kebanjiran. Apalagi saat ini juga masih gerimis terus.

Kondisi debit air di Bendungan Wilalung pada Sabtu (20/02/2020) sore. Foto : Rabu Sipan

“Situasi saat ini hampir sama dengan tahun 2007. Saat itu air Sungai Wulan juga meninggi dan menjebol tanggul yang berada di Desa Undaan Kidul, hingga berakibat banjir. Semoga air Sungai Wulan segera surut,” ujar perempuan yang akrab disapa Yati.

-Advertisement-

Tak jauh dari tempat Turyati berdiri, tampak puluhan warga sedang memasukkan tanah ke dalam karung. Setelah karung terisi setengah, kemudian tanah tersebut diangkut menggunakan motor untuk meninggikan tanggul Sungai Wulan.
Mengenai kegiatan warga tersebut, Rifa’i (53), selaku Camat Undaan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kerja bakti untuk meninggikan tanggul Sungai Wulan.

Menurutnya, kerja bakti tersebut dimulai sejak pagi sampai sore, Sabtu (22/02/2020), dan diikuti oleh lintas inti kecamatan. Juga ada P3A Desa Undaan Lor dan Desa Wates. Seluruh lapisan masyarakat dan beberapa relawan dari Banser dan lainnya. Untuk meninggikan tanggul, lanjutnya, sudah menghabiskan tanah sebanyak tujuh dam truk dan 700 karung sak.

“Tanggul Sungai Wulan sudah kami anggap rawan jebol. Namun karena tanggul Sungai Wulan merupakan kewenangan BBWS Juana, jadi kami beserta lapisan masyarakat mencoba meninggikan tanggul dengan cara tradisional,” ujar Rifa’i.

Sedangkan pantauan di Bendungan Wilalung, tampak debit air sudah hampir rata dengan tanggul. Tapi menurut data dari Rumah Jaga Pintu Banjir Wilalung, saat ini ketinggian debit air turun dari pada kemarin. Dari data tertulis, pada Jumat (21/02/2020), ketinggian air Bendungan Wilalung di angka 833 ribu meter kubik per detik. Sedangkan hari ini, Sabtu ( 22/ 02/2020), ketinggian air di 596 ribu meter kubik per detik.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER