SEPUTARKUDUS.COM, MLATI KIDUL – Di tepi selatan Jalan Pramuka, Kelurahan Mlati Kidul, Kecamatan Kota, Kudus tampak sebuah butik berwarna hijau dengan pintu kaca. Di dalam Butik Ega Fashion tersebut, terlihat seorang perempuan berjilbab warna coklat sedang sibuk mengarahkan dua karyawannya untuk merapikan beberapa pakaian. Perempuan itu bernama Lina Widiastuti (35), yang membuka usaha butik karena suka fashion dan hobi shoping.

Di sela aktivitasnya, tersebut perempuan yang akrab disapa Lina itu sudi berbagi penjelasan kepada Seputarkudus.com tentang hobi dan usahanya. Dia mengungkapkan, membuka butik sejak 10 tahun lalu. Menurutnya, inspirasi usahanya itu muncul karena sejak remaja dirinya menyukai fashion dan saat kuliah gemar shoping.
“Dari hobi itu, setelah lulus kuliah pada tahun 2006 dan pada tahun yang sama aku melangsungkan pernikahan. Setelah menikah aku membuka usaha butik. Jadi selain mendapatkan penghasilan lewat usaha, hobiku juga bisa tersalurkan. Memilih usaha yang baik kan yang sesuai hobi,” ungkapnya Lina sambil tersenyum, saat ditemui beberapa waktu lalu.
Perempuan yang butiknya tak jauh dari tempat tinggalnya itu mengatakan, di butiknya tersebut menyediakan produk pakaian khusus perempuan. Di antaranya, gamis yang dijual antara Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu per pcs dan jilbab dijual mulai harga Rp 35 ribu hingga Rp 60 ribu per pcs.
Selain pakaian, katanya, di Butik Ega Fashion juga menyediakan hot pants yang dijual dengan harga Rp 80 ribu per pcs. Untuk celana panjang, dia membanderol Rp 110 ribu per pcs, kaus perempuan dijual seharga Rp 50 ribu per pcs.
“Aku juga menyediakan tas, dompet, sepatu serta sandal serta aneka aksesoris. Di antaranya kaca mata, kalung, gelang, anting untuk aksesoris. Di Ega Fashion juga menyediakan parfum untuk pria dan wanita. Pokoknya di butiku semua ada dan lengkap, bahkan untuk pakaian dalam juga ada,” celetuk Lina.
Dia mengatakan sudah memiliki banyak pelanggan. Meskipun hanya menjual di butik saja, kata dia pelanggannya tidak hanya orang Kudus, melainkan ada yang datang dari Demak, Jepara dan Pati. Dia mengaku sejak pertama buka tidak pernah mengadakan diskon atau promo harga. Itu dilakukan karena dia tidak ingin memberikan imej pada pakaian yang dijual di Ega Fashion barang dengan kualitas jelek.
“Biasanya kan pakaian yang kualitasnya jelek yang didiskon, sedangkan semua produk pakaian, tas, sepatu, tas dan lainnya di Ega Fashion kualitasnya oke punya. Tidak ada diskon tapi saat ada pelanggan yang beli minimal tiga pcs aku beri potongan harga,” jelasnya.
Menurutnya tidak pernah ada diskon dan promo saja dalam sebulan tak kurang dari 100 pcs pakaian mampu terjual. Dia juga mengaku tidak menjual aneka produk pakaian dan aneka aksesoris perempuan tersebut malalui online.
“Aku dulu pernah juga menjual secara online. Namun karena lakunya sering telat, soalnya pakaian yang aku uploud malah lebih dulu terjual di butik. Giliran ada pelanggan online minat dengan pakaian yang aku uploud, barangnya sudah laku. Daripada mengecewakan pelanggan, aku memutuskan untuk menjual di butik saja,” ungkapnya.

