31 C
Kudus
Senin, September 21, 2020
Beranda Fashion Sejak Kuliah Gemar...

Sejak Kuliah Gemar Belanja, Lina Buka Butik Ega Fashion untuk Salurkan Hobinya

SEPUTARKUDUS.COM, MLATI KIDUL – Di tepi selatan Jalan Pramuka, Kelurahan Mlati Kidul, Kecamatan Kota, Kudus tampak sebuah butik berwarna hijau dengan pintu kaca. Di dalam Butik Ega Fashion tersebut, terlihat seorang perempuan berjilbab warna coklat sedang sibuk mengarahkan dua karyawannya untuk merapikan beberapa pakaian. Perempuan itu bernama Lina Widiastuti (35), yang  membuka usaha butik karena suka fashion dan hobi shoping.

Produk pakaian di Butik Ega Fashion 2017_4
Produk pakaian di Butik Ega Fashion. Foto; Rabu Sipan

Di sela aktivitasnya, tersebut perempuan yang akrab disapa Lina itu sudi berbagi penjelasan kepada Seputarkudus.com tentang hobi dan usahanya. Dia mengungkapkan, membuka butik sejak 10 tahun lalu. Menurutnya, inspirasi usahanya itu muncul karena sejak remaja dirinya menyukai fashion dan saat kuliah gemar shoping.

“Dari hobi itu, setelah lulus kuliah pada tahun 2006 dan pada tahun yang sama aku melangsungkan pernikahan. Setelah menikah aku membuka usaha butik. Jadi selain mendapatkan penghasilan lewat usaha, hobiku juga bisa tersalurkan. Memilih usaha yang baik kan yang sesuai hobi,” ungkapnya Lina sambil tersenyum, saat ditemui beberapa waktu lalu.

Perempuan yang butiknya tak jauh dari tempat tinggalnya itu mengatakan, di butiknya tersebut menyediakan produk pakaian khusus perempuan. Di antaranya, gamis yang dijual antara Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu per pcs dan jilbab dijual mulai harga Rp 35 ribu hingga Rp 60 ribu per pcs.

Selain pakaian, katanya, di Butik Ega Fashion juga menyediakan hot pants yang dijual dengan harga Rp 80 ribu per pcs. Untuk celana panjang, dia membanderol Rp 110 ribu per pcs, kaus perempuan dijual seharga Rp 50 ribu per pcs.

“Aku juga menyediakan tas, dompet, sepatu serta sandal serta aneka aksesoris. Di antaranya kaca mata, kalung, gelang, anting untuk aksesoris. Di Ega Fashion juga menyediakan parfum untuk pria dan wanita. Pokoknya di butiku semua ada dan lengkap, bahkan untuk pakaian dalam juga ada,” celetuk Lina.

Dia mengatakan sudah memiliki banyak pelanggan. Meskipun hanya menjual di butik saja, kata dia pelanggannya tidak hanya orang Kudus, melainkan ada yang datang dari Demak, Jepara dan Pati. Dia mengaku sejak pertama buka tidak pernah mengadakan diskon atau promo harga. Itu dilakukan karena dia tidak ingin memberikan imej pada pakaian yang dijual di Ega Fashion barang dengan kualitas jelek.

“Biasanya kan pakaian yang kualitasnya jelek yang didiskon, sedangkan semua produk pakaian, tas, sepatu, tas dan lainnya di Ega Fashion kualitasnya oke punya. Tidak ada diskon tapi saat ada pelanggan yang beli minimal tiga pcs aku beri potongan harga,” jelasnya.

Menurutnya tidak pernah ada diskon dan promo saja dalam sebulan tak kurang dari 100 pcs pakaian mampu terjual.  Dia juga mengaku tidak menjual aneka produk pakaian dan aneka aksesoris perempuan tersebut malalui online.

“Aku dulu pernah juga menjual secara online. Namun karena lakunya sering telat, soalnya pakaian yang aku uploud malah lebih dulu terjual di butik. Giliran ada pelanggan online minat dengan pakaian yang aku uploud, barangnya sudah laku. Daripada mengecewakan pelanggan, aku memutuskan untuk menjual di butik saja,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

25,936FansSuka
13,322PengikutMengikuti
4,293PengikutMengikuti
19,146PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

Viral dan Bikin Penasaran, Ini Tempat Jual Odading di Kudus yang Sudah Laris Sejak 90an

BETANEWS.ID, KUDUS - Di tepi Jalan Johar, Kelurahan Wergu Kulon, Kecamatan Kota Kudus, tampak seorang perempuan berjilbab sedang melayani pelanggan. Dia terlihat...

Harganya Cocok untuk Orang Kudus, Kopi Rata Kiri Memang Bikin Betah Saat Nongkrong

BETANEWS.ID, KUDUS - Lampu filamen kuning terlihat berpendar di sekitar Kopi Rata Kiri, di Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, sore...

Gowes Ngehits, Bengkel Serba Bisa Milik Kaozan Kebanjiran Orderan Bikin Motor Sepeda

BETANEWS.ID, KUDUS - Suasana Jalan Kudus - Purwodadi siang itu tampak ramai. Suara bising kendaraan lewat seolah menutup suara raungan mesin gerinda...

Bisa Tingkatkan Imun Tubuh, Konsumsi Buah Nasional Meningkat Sejak Pandemi

Penulis: Sumardi Dosen Program Studi Teknologi Pangan, Unika Soegijapranata Pandemi...

Disaingi Bata Ringan, Burngawi Resah Bata Merahnya Susah Laku

BETANEWS.ID, KUDUS – Teriknya matahari seperti tak pernah menyurutkan semangat dua orang di area lahan pembuatan bata merah, Desa Jepang Pakis, Kecamatan...

Dua Pabrik Tahu Ditutup, Pengusaha : ‘Saya Tidak Langsung Stop, Masih Berpatokan Pada Berita Acara’

BETANEWS.ID, KUDUS - Di luar Balai Desa Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, sekitar 60 warga terdengar berorasi meminta pabrik tahu di...

Serba Bisa, Bengkel Spesialis Kustom Legendaris di Kudus Sejak 1985

BETANEWS.ID, KUDUS - Dua orang pria terlihat sibuk di bengkel yang berada di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Dua orang...