31 C
Kudus
Selasa, Juni 18, 2024

Meski Tak Paham Bahasanya, Orang Sunda Ini Kagumi Pentas Teater Keset yang Digelar di UMK

SEPUTARKUDUS.COM, UMK – Ratusan orang duduk berdesakan di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), Sabtu (18/2/2017) malam. Mereka sedang menyaksikan pentas teater yang ditampilkan Keluarga Segitiga Teater (Keset). Sesekali gelak tawa bergemuruh di dalam ruangan. Satu di antara penonton yang menyaksikan, yakni Muhammad Ramdani (21).

Pentas produksi ke-14 Teater Keset Kudus
Pentas produksi ke-14 Teater Keset Kudus. Foto: Ahmad Rosyidi

Usai pementasan, Ramdan, begitu dirinya biasa disapa, sudi berbagi cerita kepada Seputarkudus.com. Dia mengaku tak paham dengan Bahasa Jawa yang dibawakan para pemain. Meski begitu dirinya mengaku kagum pentas yang ditampilkan. Ramdan juga mengatakan mendapat banyak ilmu keaktoran dari pementasan tersebut.

“Saya kurang begitu paham Bahasa Jawa, jadi sulit memahami. Tetapi, terlepas dari itu semua, banyak ilmu keaktoran yang bisa saya dapat,” terang pria asli Tasikmalaya itu.

-Advertisement-

Ramdan mengaku datang bersama teman-temannya di Teater Beta Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Dia bersama sembilan temannya berangkat pukul 19.00 WIB dan samapai di Kudus pukul 21.00 WIB. Mereka datang karena mendapat undangan dari seniornya. “Kebetulan Ketua Teater Keset Mas Zaki itu senior saya di Teater Beta, angkatan 2003. Karena kami diundang, ya harus datang,” ujarnya.

Pentas teater tersebut merupakan produksi Teater Keset ke-14. Naskah yang dipentaskan berjudul “Rumah Tak Beratap Rumah Tak Berasap” karya Akhudiat. Pentas tersebut disutradarai NH Cipo. Usai pementasan, panitia pementasan menggelar acara diskusi. Puluhan penonton tak beranjak dari tempat pementasan, dan ikut serta dalam diskusi tersebut.

Waktu menunjukan pukul 23.45 WIB, usai diskusi terlihat sejumlah orang sigap merapikan properti panggung. Di luar ruangan tampak seorang pria mengenakan kaus putih sedang berbincang-bincang dengan penonton. Dia tak lain Ketua Teater Keset, Ahmad Zaki Yaman (32).

Kepada Seputarkudus.com, Zaki menjelaskan, pementasannya kali ini sebenarnya mundur tiga bulan dari waktu yang direncanakan. Pementasan rencana dilakukan pada Desember 2016. Pementasan mundur karena para pemain merasa persiapan masih kurang.

“Latihan kami rutin, minimal satu kali sepekan. Tetapi karena kesibukan masing-masing dan kebanyakan kami juga sudah bekerja dan berkeluarga, jadi latihan dilakukan malam. Sering tidak genap pemainnya saat latihan,” ungkap Zaki.

Meski begitu, Zaki merasa senang dengan antusiasme masyarakat Kudus, karena  ramai penonton. Dia mengungkap, pementasan yang digelar dua kali itu ada sekitar 600 penonton. Kurang lebih sekitar 300 penonton saat sore pukul 15.00 WIB dan sisanya malam pukul 19.00 WIB.

“Naskah ini nantinya kami pentaskan di tiga Kabupaten. Antara lain tiga kabupaten tersebut Kudus, Temanggung dan Pati. Pementasan ini juga sekaligus merayakan ulang tahun Keset yang ke delapan, 9 Maret 2017 nanti. Untuk tim inti pementasan kali ini ada sekitar 30 orang, selebihnya teman-teman teater yang ada di Kudus ikut membantu,” jelas pria dua anak itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
139,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER