31 C
Kudus
Sabtu, Juni 15, 2024

Mereka Tak Butuh Pengaman di Ketinggian 15 Meter dan Biasa Tersengat Listrik

SEPUTARKUDUS.COM, DERSALAM Seorang lelaki menarik lembaran baner
menggunakan tambang. Dia dibantu empat orang lainnya memasang baner di papan
iklan jembatan penyebrangan di Jalan Jendral Sudirman,
Kudus. Ketika baner sudah berada di posisi yang diinginkan,
dia memanjat rangkaian tempat papan iklan setinggi 15 meter. Tanpa pengaman, lelai bernama Karjan itu, membawa bendrat untuk mengaitkan ujung sisi atas baner ke rangkaian papan
iklan setinggi 15 meter.

pemasangan baner
Pemasangan baner di Jalan Jendral Sudirman, Kudus. Foto-foto: Imam Arwindra
Usai memasang baner, Karjan sudi berbagi kisah kepada Seputarkudus.com, tentang pekerjaan yang penuh bahaya tersebut. Dia mengatakan sudah menjalani pekerjaan itu lebih dari lima tahun. Menurutnya, dulu dia merasa gemetar saat pertama
kali memasang baner di ketinggian. 

“Pertama kali
memasang baner kaki saya gemetar karena tinggi sekali. Karena sering memasang akhirnya
sekarang sudah terbiasa,” tutur Karjan usai memasang baner iklan di depan SD 1 dan 2 Dersalam, Kecamatan Bae, beberapa waktu lalu.

tukang memasang baner

Dia menceritakan, meski sudah lima tahun lebih bekerja, dia tak pernah
bercerita kepada istrinya tentang pekerjaan yang dia lakoni. Dia khawatir ketika bercerita, istrinya akan merasa was-was dan khawatir. “Pekerjaan ini penuh dengan risiko. Kalau ditanya
istri kerja dimana pasti jawabnya selain memasang baner. Yang penting setiap
satu pekan sekali bisa setor dengan istri,” warga Karanganyar, Demak.

Menurutnya, selama menjalankan pekerjaan sudah ada tiga
temannya yang jatuh meninggal. Dia menjelaskan, rekannya jatuh bukan karena salah
memanjat, melainkan kaget saat tersengat arus listrik dari kabel lampu sehingga membuatnya jatuh. Dia mengaku pernah juga pernah tersengat listrik, namun tidak sampai terjatuh. 

“Kalau tersengat listrik sudah biasa, tapi arusnya tak besar.
Yang gawat itu listrik tegangan besar karena bisa membuat tidak sadar dan
akhirnya jatuh,” ungkapnya.

pemasang baner

Dia mengatakan, baner yang baru saja dia pasang bersama beberapa rekannya berukuran 15×5 meter. Dia berkerja secara tim yang terdiri dari lima orang. Menurutnya, dari menjalani pekerjaan tersebut dia
mendapatkan upah Rp 80 ribu tiap hari dan makan siang.

Agus yang juga ikut memasang baner bersama Karjan, menjelaskan, bersama
empat temannya dia bekerja di CV Glagah Wangi, sebuah perusahaan jasa periklanan. “Papan iklan yang kami pasang bukan hanya di
Dersalam, ada juga di Simpang Tujuh Kudus, Ngembal, Krawang dan masih
banyak yang lain,” terangnya.

Redaksi
Redaksi
Beta adalah media online yang lahir di era digital. Berita yang disajikan unik, menarik dan inspiratif. Serta dikmas dalam bentuk tilisan, foto dan video.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
139,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER