31 C
Kudus
Selasa, November 29, 2022
BerandaKUDUSWarga Hadipolo Ini...

Warga Hadipolo Ini Hanya Mendapat Rp 12 Ribu Berjualan Es Tebu

SEPUTARKUDUS.COM – Tangan rentanya masih sigap menggiling batang demi
batang tebu, di Jalan Jendral Sudirman, Kudus, Senin (9/5/2016). Di atas gerobak kecil miliknya, Zaenal Arifin (63) dengan cepat
melayani setiap pengendara yang membeli es tebu yang dia jual. Meski hanya mendapat hasil Rp 12 ribu per hari, pak tua yang tinggal di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, itu tetap bersemangat demi mencukupi kebutuhan hidup.
penjual es tebu di kabupaten kudus
Zaenal Arifin (63) menggiling tebu di Jalan Jendral Sudirman, Kudus, (9/5/2016). Foto Imam Arwindra

Di atas gerobaknya terdapat mesin penggiling yang
digunakan memeras tebu untuk mendapatkan sarinya. Mesin tersebut setiap hari digunakannya itu dia sewa dari seseorang di Pati. Hasil yang dia dapat dari berjualan dibagi 40 persen untuk pemilik mesin.

“Pendapatan saya masih sedikit. Belum bisa memenuhi
kebutuhan. Karena harus masih menanggung biaya sewa mesin sebesar 40 persen dari
jumlah pendapatan. Saya berharap mempunyai mesin sendiri,” ungkapnya kepada Seputarkudus.com.


Dia menjelaskan, setiap pekan dia membutuhkan tebu
sebanyak satu kwintal. Harga yang dikeluarkan untuk membeli tebu sebsar Rp 150 ribu per kwintal. Satu kwintal dapat menghasilkan 200 gelas yang dijual Rp 2.000 setiap
gelas.

“Jadi kira-kira sepekan pemasukan saya Rp 400 ribu. Kalau dikurangi
harga bahan baku dan sewa mesin, saya hanya
mendapatkan Rp 90 ribu per pekan,” tutur Zaenal dengan mata berkaca-kaca.

Zaenal mengaku, dulu dirinya pernah bekerja di parbrik rokok, Jambu Bol. Setelah perusahaan tersebut bangkrut dan tidak berproduksi, dirinya bekerja apa saja, termasuk menjual es tebu.

“Saya dulu mandor giling di Jambu Bol. Ketika sudah bangkrut
dijanjikan pesangon Rp 8 juta. Namun sampai sekarang belum diberikan. Setelah
itu saya memulung untuk mencukupi kebutuhan keluarga, dan sekarang berjualan es tebu,” ceritanya.

- Ads Banner -

Zaenal mempunyai empat orang anak perempuan. Tiga di antaranya sudah
menikah dan satu orang anaknya baru lulus SMK tahun ini. “Alhmdulillah yang terakhir sudah lulus SMK. Dia dapat
sekolah dan tempat tinggal gratis di Kediri,” ungkapnya.

Dia berharap ada bantuan dari pemerintah agar dirinya bisa memiliki mesin penggiling tebu. Zaenal mengaku sudah pernah mengajukan bantuan tersebut ke Pemkab Kudus.

“Saya pernah coba meminta dari dinas terkait untuk meminta
bantuan. Tapi ketika sudah disurvei
tidak ada kelanjutannya. Semoga saya dapat bantuan,” ungkapnya.

Redaksi
Redaksi
Beta adalah media online yang lahir di era digital. Berita yang disajikan unik, menarik dan inspiratif. Serta dikmas dalam bentuk tilisan, foto dan video.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler