BETANEWS.ID, KUDUS – Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus berhasil menjuarai lomba Fast (Formula Strategy) Competition tingkat nasional yang diadakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. RS Mardi Rahayu menyingkirkan ribuan rumah sakit yang ada di Indonesia dalam pelayanan terbaik tersebut.
Direktur Utama RS Mardi Rahayu, dr Pujianto mengatakan, pencapaian yang berhasil menjuarai lomba Fast Competition tingkat nasional merupakan hal yang tidak mudah. Lantaran terdapat 1.200 rumah sakit ikut dalam lomba tersebut.
Baca Juga: Warga Kesulitan Air Bersih, Polres Kudus Beri Bantuan Sumur di Desa Setrokalangan
Dengan pelayanan yang telah diberikan kepada seluruh pasien di sana, katanya, RS Mardi Rahayu Kudus berhasil juara satu dalam pelayanan terbaik se-Indonesia. Tidak hanya melalui video yang dibuat dan dikirimkan ke pihak BPJS kesehatan, pelayanan yang diberikan kepada pasiennya memang real. Sehingga RS Mardi Rahayu mendapatkan prestasi tersebut.
“Kami sangat bersyukur sekali atas prestasi yang saat ini kita terima. Ini bukan suatu hal yang mudah untuk bisa kita raih tanpa ada dukungan semua pihak. Maka dari itu kami sampaikan terima kasih atas dukungan dan doanya,” katanya usai serah terima penghargaan, Senin (4/9/2023).
Ia berharap, dengan pencapaian yang telah diraih itu, pihaknya semakin memantapkan tekad dan komitmen sivitas hospitalia RS Mardi Rahayu. Hal itu bertujuan untuk terus memberikan pelayanan cepat dan ramah kepada semua pelanggan RS Mardi Rahayu dan mencapai visi menjadi rumah sakit pilihan utama berdasarkan kasih di Jawa Tengah.
Terpisah, Kepala BPJS Kesehatan kantor cabang Kudus, Heni Riswanti mengucapkan selamat kepada RS Mardi Rahayu yang telah meraih juara satu dalam lomba Fast Competition oleh BPJS Kesehatan tersebut.
“Tentu ini bukan hal yang mudah untuk menjadi juara satu, karena saingan di Indonesia itu ada 1.200 rumah sakit yang mengikuti lomba,” jelasnya.
Heni berharap supaya pelayanan tidak berhenti begitu saja, setelah menjuarai kompetisi. Menurutnya, RS Mardi Rahayu harus terus konsisten dan mempertahankan apa yang telah diraihnya. Selain itu pihak rumah sakit diharapkan bisa melakukan inovasi-inovasi secara berkelanjutan.
“Inovasi seperti Napos ini tidak hanya untuk membantu mengentaskan pengangguran, tetapi juga untuk membantu orang atau pasien yang memerlukan pendampingan secara khusus. Inovasi-inovasi seperti ini yang bagus untuk dipertahankan dan ditingkatkan,” ujarnya.
Baca Juga: Jambu Demak ‘Jajah’ Wilayah Kudus
Ia menjelaskan, secara survei indeks kepuasan masyarakat Kudus terhadap RS Mardi Rahayu di atas rata-rata.
“Terkait dengan implementasi transpormasi, semua fasilitas kesehatan harus tertampang janji layanan. Hal itu telah dilakukan oleh RS Mardi Rahayu, di semua sudut terpampang semua janji layanan, dan itu tidak kecil. Jadi bisa dilihat dan dibaca oleh pasien,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

