Apes, Warga Perumahan Dinar Indah Merasa Tertipu Beli Rumah yang Ternyata Sering Kebanjiran

BETANEWS.ID, SEMARANG – Puluhan warga perumahan Dinar Indah RT 06 RW 26, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang menduduki beberapa aset milik pengembang, Senin (20/02/2023) sekitar pukul 17.00 WIB. Aksi ini adalah puncak kekesalan warga setelah wilayahnya selalu menjadi langganan banjir akibat luapan sungai Babon.

Dalam aksi tersebut, mereka membentangkan spanduk-spanduk bertuliskan bahwa tanah atau bangunan di lokasi tersebut dalam pengawasan warga RT 06. Mereka menuntut PT Asri Sejati merelokasi rumah mereka ke lokasi yang diduduki tersebut. Hal ini sebagai ganti atas kerugian warga yang merasa tertipu telah membeli rumah yang ternyata sering kebanjiran.

Ketua RT 06, Patris Olla menyatakan, warga menolak relokasi ke rumah susun yang pernah ditawarkan oleh pemerintah kota. Hal ini beralasan karena dia dan warganya membeli rumah di Dinar Indah secara resmi dengan akad jual beli yang sah.

-Advertisement-

Baca juga: Pemkot Semarang Diminta Kontruksi Ulang Tanggul di Perumahan Dinar Indah

Maka dari itu, warga meminta ganti rugi berupa rumah baru yang aman dari ancaman banjir, karena pihaknya tidak mau jika warga disamakan dengan penghuni liar yang menempati bantaran sungai.

“Pertama kami bukan warga bantaran sungai, kami warga perumahan yang membeli rumah yang ditawarkan pengembang, dengan akad,” jelas Patris.

Menurutnya, jumlah rumah kosong di lokasi yang diduduki ada 10 unit. Sedangkan luasan tanah kosong berdasarkan siteplan bisa dibangun sebanyak 30 rumah. Dengan jumlah tersebut, warga merasa lokasi tersebut cukup untuk dijadikan relokasi warga RT 06 yang berjumlah 40 unit.

“Namun ironisnya, pihak pengembang telah menghilang tanpa jejak sejak tujuh tahun lalu. Walhasil warga hanya bisa melakukan pengawasan tanah milik pengembang tanpa bisa berbuat banyak,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER