31 C
Kudus
Rabu, Februari 18, 2026

Cerita Sukses Mimi Jual Boneka Rajut Baju Adat Nusantara

BETANEWS.ID, KUDUS – Choiriyah Umami (40) tampak mengemas beberapa boneka rajut di bagian dalam rumahnya di Desa Krandon RT 3 RW 1 Kecamatan/Kabupaten Kudus, Jumat (30/12/2022). Boneka yang akan dikirim kepada pemesannya itu tampak memakai baju adat Bali.

Menurutnya, sejak merintis usaha boneka rajut, ia memang memfokuskan diri membuat boneka dengan baju adat Indonesia. Lewat ide usaha itulah, dia kini punya banyak pelanggan di berbagai wilayah Indonesia, bahkan luar negeri.

Wanita yang akrab disapa Mimi itu menceritakan, awal mula menyukai rajut itu sudah sejak SMP. Waktu itu, ia melihat ibunya yang sibuk merajut dan kemudian tertarik untuk mempelajarinya.

-Advertisement-

Baca juga: Boneka Rajut Nusantara di Mimita Rajut Ramai Diburu Pembeli hingga Luar Negeri

“Awalnya saya lihat ibu saya merajut yang kebetulan bekerja di pabrik rajut Jepang. Kadang kan dibawa pulang, dari situ saya belajar,” kata wanita asal Malang itu.

Bermula membuatkan baju untuk bonekanya, Mimi kemudian mengembangkan kreasinya menjadi bentuk boneka lucu. Untuk mendapatkan ide itu, ia mencari ide dari beberapa postingan di Instagram.

“Ini termasuk hobi sih. Kebetulan tidak banyak orang yang bisa membuat boneka rajut, jadi saya mengambil sisi keunikan itu,” ujarnya.

Di tempatnya, ia menyediakan berbagai macam boneka rajut dengan pakaian adat Nusantara, di antaranya Bali, Jawa, Yogyakarta, Papua, Padang, Makassar, Maluku, dan Aceh. Untuk harganya yaitu Rp125 ribu.

“Paling banyak pernah diorder sampai 60 buah, 30 laki-laki dan 30 perempuan boneka baju adat Dayak untuk acara ulang tahun,” beber Mimi.

Menggunakan baju adat sebagai ikon karyanya bukan tanpa alasan, Mimi memiliki tujuan ingin mengenalkan budaya Indonesia kepada generasi muda lewat boneka. Ke depannya, ia akan mengeksplorasi lebih dalam lagi tentang suku Indonesia dengan bentuk yang lebik unik.

Baca juga: Hantaman Pandemi Tak Buat Mental Tari Ciut, Kini Omzetnya Capai Rp10 Juta Sebulan dari Frozen Food

“Ternyata anak-anak banyak yang tidak tahu baju adat.  Paling tahunya adat Jawa, Bali, dan Papua. Wah ini perlu diexplore lagi, ” jelasnya.

Tidak hanya itu, Mimi juga berniat untuk mengembangkan usahanya itu dengan menerbitkan buku yang berisi karya kerajinan boneka rajut Nusantara, sehingga dapat membantu perajut pemula.

“Saya punya mimpi ingin membuat buku boneka rajut. Umur saya kan terus lanjut dan tidak selamannya produktif jadi saya ingin perajut pemula tahu dari buku saya, ” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER