Wow, Warga Pedawang Ini Punya 42 Kolam Lele, Sebulan Bisa Raup Omzet Rp 100 Juta

SEPUTARKUDUS.COM, PEDAWANG – Di pekarangan belakang rumah, tepatnya di samping rimbunan pohon bambu di Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kudus, tampak puluhan kolam ikan. Di antara puluhan kolam yang terbuat dari terpal itu, terlihat seorang pria memakai kaus oblong sedang memberi makan ikan yang dipeliharanya. Pria tersebut bernama Heri Mulyanto (31), pemilik usaha budi daya ikan lele.

Heri Mulyanto, menunjukkan ikan lele yang dibudi daya 2017_4
Heri Mulyanto, menunjukkan ikan lele yang dibudi daya. Foto: Rabu Sipan

Di sela aktivitasnya memberi pakan ikan lele, pria yang akrab disapa Heri itu sudi berbagi kisah kepada Seputarkudus.com tentang manis getir usaha budi daya lele. Dia mengungkapkan, mulai budi daya sejak 2013. Sebelum budi daya lele, dia mengaku pernah beberapa kali mencoba usaha ternak hewan lain, di sela aktivitasnya menjadi pengawas proyek di jakarta.

-Advertisement-

“Sejak aku putus sekolah kelas dua STM, aku memutuskan merantau di Jakarta, terakhir saya menjadi pengawas dan pemborong proyek. Karena gemar ternak hewan sejak kecil, di sela aktivitasku aku mencoba ternak ayam petelur dan mempekerjakan dua orang pada tahun 2010. Sebenarnya usaha ternakku itu terbilang sukses. Namun karena pekarangannya tidak mendukung akhirnya usaha itu aku tutup,” ujarnya.

Warga Desa Pedawang, Bae, Kudus itu mengatakan, setelah usaha ayam petelurnya tutup, pada 2011 dia mengaku mencoba peruntungan dengan usaha budi daya kroto. Dia memilih usaha tersebut karena kepincut dengan harga kroto yang mencapai Rp 250 ribu per kilogram. Saat itu dia sempat belajar ternak semut rangrang hingga Jogjakarta.

“Saat budi daya semut rangrang penghasil kroto itulah aku menemukan usaha lain yakni budi daya lele. Karena semut rangrang itu agar tidak liar kemana–mana, aku taruh di tengah kolam. Namun karena kolamnya dibuat sarang nyamuk, lalu aku beri bibit lele. Tapi justru usaha krotoku gagal total dan budi daya ikan lelenya menghasilkan,” ujarnya.

Pria yang dikaruniai satu anak itu mengatakan, sejak itu dirinya berkomitmen untuk membesarkan usaha budi daya lele dengan membuat empat kolam sekaligus. Saat itu satu kolam diisi 5.000 ekor bibit lele. Menurutnya, usaha pertamanya itu terbilang berhasil. Saat dipanen, dari empat kolam tersebut menghasilkan sekitar dua ton lele dengan harga Rp 14 ribu-Rp 16 ribu per kilogram pada tahun 2014.

“Karena usaha budi daya lele yang pertama berhasil lalu aku menambah 22 kolam. Dan setiap kolam masih aku intruksikan diisi dengan 5.000 ekor bibit lele. Untuk budi daya ikan lele yang kedua ini juga berhasil, karena setiap sebulan aku bisa memanen tujuh ton ikan lele. Dari penjualan ikan lele itu aku mampu meraup omzet Rp 100 juta sebulan dengan penghasilan bersih sekitar Rp 25 juta,” ungkap Heri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER