BETANEWS.ID, KUDUS – Pementasan teater Cantik itu Luka yang didaptasi dari novel karya Eka Kurniawan berhasil memukau penonton di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), Sabtu (02/07/2022). Pentas itu diperankan oleh Mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UMK dalam rangka menuntaskan tugas mata kuliah pertunjukan seni sekaligus memeriahkan Dies Natalis UMK ke-42.
Sutradara Naskah Cantik itu Luka, Jessy Segitiga mengungkapkan, novel tersebut dipilih karena belum ada yang mengalihmediakan sebagai naskah teater atau film. Selain itu, ia juga ingin mendekatkan mahasiswa PBSI dengan karya sastra yang satu rumpun dengan program studinya.

“Kami hanya ingin mendekatkan mahasiswa pada teks-teks sastra, karena mereka masih awam dalam dunia teater. Saya kira ini adalah hal yang mendasar,” ungkapnya.
Baca juga: Nasib Suram Tembang Macapat dalam Pentas Layang Bandang Teater Apotek SMK Duta Karya
Koordinator Kampung Budaya Piji Wetan itu menambahkan, novel Cantik itu Luka memang cukup berat untuk diangkat menjadi naskah teater. Oleh karena itu, dalam pentas yang berlangsung hampir dua jam itu, Jesy hanya mengambil bagian awal novel dan memadukannya dengan kreasi-kreasi baru yang disesuaikan dengan konteks masa kini.
“Banyak hal tabu di dalam novel seperti pemerkosaan, pelecehan dan kekerasan. Ini jika saya masukkan semua tentunya tidak sesuai dan akan sangat panjang durasinya, jadi saya munculkan adegan-adegan kreativitas asalkan esensinya dapat,” jelasnya.
Meskipun begitu, ia menilai penggarapan Novel Cantik itu Luka cukup berhasil ditangkap oleh penonton. Melalui pentas tersebut, ia ingin menekankan bahwa sastra dapat menjadi jalan tengah yang bisa diterapkan dalam berbagai disiplin seni.
Baca juga: Sempat Vakum Karena Pandemi, Teater Aura Kembali Gelar Pertunjukan
“Ini memang tabu, tetapi patut untuk diterapkan. Sastra bisa jadi jalan tengah yang semula tabu menjadi tidak tabu,” tandasnya.
Jessy berharap pentas teater “Cantik itu luka” itu tidak hanya berhenti pada saat pertunjukan saja. Melainkan melibatkan penonton dapat ikut memberikan feedback ataupun kurasi sehingga pertunjukan teater bisa dihidupkan lagi.
“Harapannya penonton akan membuat kreasi juga sehingga pertunjukan tidak hanya selesai pada malam ini saja,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

