Ketum Pagar Nusa Sebut Akar Lahirnya Pencak Silat dari Pesantren

BETANEWS.ID, KUDUS – Pencak silat adalah seni bela diri warisan nenek moyang kita, produk asli dari Bangsa Indonesia. Namun, tak disangka akar dari lahirnya pencak silat adalah pesantren.

Hal itu diungkap oleh Ketua Umum Perguruan Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa yakni Nabil Haroen. Dia menuturkan, sejak dulu jauh sebelum Indonesia merdeka, pencak silat sudah ada di Tanah Air.

Pencak silat yang diperagakan oleh anggota PSNU Pagar Nusa Kudus. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga : Dilantik Jadi Ketua untuk Kedua Kalinya, Gus Husnul Tunjukkan Berbagai Prestasi Pagar Nusa Kudus

-Advertisement-

“Pada masa itu, pencak silat sudah diajarkan di pesantren. Bisa dikatakan motor lahirnya pencak silat ya di pesantren,” ujar pria yang akrab disapa Nabil saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan pengurus PSNU Pagar Nusa Kabupaten Kudus.

Jika bicara daerah, lanjut Nabil, akar dari pencak silat itu di Jawa Barat, tepatnya Banten yang sekarang sudah jadi provinsi sendiri. Pada masa itu jurus-jurus yang diajarkan masih banyak yang sifatnya melumpuhkan dan mematikan.

“Namun, sejak Indonesia merdeka, banyak pesantren yang tak lagi mengajarkan pencak silat. Karena khawatir jurus-jurus yang mematikan dan melumpuhkan itu digunakan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab,” ungkapnya.

Dia menambahkan, seiring dengan perkembangan zaman para kiai dan pengasuh pondok pesantren Nahdlatul Ulama (NU) tergugah. Hingga pada tanggal 3 Januari 1986 para kiai berkumpul dan meresmikan berdirinya Pencak Silat Pagar Nusa.

“Tujuannya, untuk mewadahi para kader-kader NU yang ingin fokus dan berkonsentrasi pada pencak silat,” imbuhnya.

Dia mengatakan, pencak silat sendiri dibagi menjadi dua, pencak silat tradisi dan pencak silat prestasi. Pencak silat tradisi ialah pencak silat yang selama ini dijalankan oleh Pagar Nusa.

“Salah satu contohnya yaitu Pencak Dor. Satu tradisi yang dibikin pencak silat untuk bertarung bebas, serta masih banyak lagi pencak silat tradisi lainnya,” bebernya.

Sedangkan untuk pencak silat prestasi, jelasnya, adalah pencak silat yang dilombakan pada kejuaraan atau turnamen-turnamen resmi oleh negara atau perangkatnya. Baik itu kejuaran tingkat daerah, provinsi, maupun nasional.

“Selama ini Pagar Nusa lebih fokus mengurus pencak silat tradisi. Namun, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir Pagar Nusa mulai bergerak. Tidak hanya mengurus pencak silat tradisi saja tapi juga mengurusi pencak silat prestasi,” ungkapnya.

Baca juga : Hartopo dan Masan Dinobatkan Jadi Anggota Kehormatan Pagar Nusa Kudus

Dia menuturkan, baik pencak silat tradisi dan pencak silat prestasi harus diurus secara proposional dan seimbang. Sehingga selain punya bekal untuk membela diri dan mengawal para kiai, tentunya untuk ikut menjaga dasar negara. Diharapkan Pagar Nusa bisa mengharumkan nama bangsa dengan ikut kejuaran pencak silat jalur prestasi.

“Saya berharap para kader Pagar Nusa untuk giat berlatih dan meningkatkan kemampuannya. Agar bisa makin berprestasi untuk kejuaran daerah, provinsi, nasional, bahkan Internasional,” harapnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER