Dishub Kudus Pastikan Jalur Alternatif untuk Pemudik Kondisinya Baik

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus mencatat, sejak awal Ramadan hingga menjelang Idul Fitri ini, ada ribuan bus datang ke Kudus. Baik itu bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP) ataupun Antarkota Dalam Provinsi (AKDP).

Sekretaris Dishub Kudus Putut Sri Kuncoro mengatakan, selama tanggal 1-27 April 2022 sudah ada 2.951 bus AKAP dan 206 bus AKDP datang ke Terminal Tipe A Jati Kudus. Sedangkan untuk jumlah penumpang sebanyak 40.808 orang.

Baca juga : Arus Mudik di Terminal Jati Kudus Mulai Menggeliat

-Advertisement-

“Dari pantauan yang dilakukan Dinas Perhubungan, beberapa hari terakhir jumlah penumpang yang datang ke Kudus cukup banyak. Ada peningkatan, per hari sekitar ratusan orang,” kata Putut, Kamis (28/4/2022).

Lebih lanjut, Putut memastikan, bahwa selama arus mudik ini, jalur alternatif di Kudus telah disiapkan. Kondisinya pun cukup baik.

“Jalur alternatif tidak beda jauh dengan tahun-tahun sebelumnya. Sudah kita siapkan, sudah survei lokasi juga. Rambu jalur alternatif sudah dipasang dan jalanan masih bagus, aman,” ungkapnya.

Ditambah hari ini, sekitar pukul 11.45 WIB rombongan mudik gratis dari Jakarta ke Kudus sudah mulai berangkat. Menggunakan dua bus ukuran besar, dipastikan ratusan pemudik akan sampai di Kota Kretek malam nanti. Dan akan langsung disambut Bupati Kudus, HM Hartopo di Pendapa Kabupaten Kudus.

Dengan banyaknya orang yang mulai masuk Kudus, dipastikan keadaan jalanan Kudus juga mulai padat dan ramai. Pun beberapa pusat perbelanjaan yang juga mulai dipadati pengunjung.

Seperti yang terjadi di Mal Ramayana, parkir kendaraan pun sempat membuat macet jalanan. Hingga Dishub menambah petugas untuk mengatur parkir di sekitar Alun-alun Simpang 7 Kudus tersebut.

“Kemarin sore sudah ada personel lengkap yang berjaga, tidak ada kemacetan lagi,” ungkap Putut.

Baca juga : Ratusan Personel Gabungan Diterjunkan untuk Pengamanan Mudik di Kudus

Di sisi lain, Bupati Kudus HM Hartopo sendiri telah memerintahkan Dishub agar area parkir Masjid Agung Kudus bersih dari parkir kendaraan orang yang ingin berbelanja ke Ramayana. Bahwa yang parkir di depan masjid hanyalah jemaah masjid.

“Masjid tidak boleh untuk komersial, hanya untuk mereka yang ingin ibadah di masjid,” tegas Hartopo.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER