BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan pertumbuhan ekonomi Jateng tahun 2021 mencapai 3,32 persen. Angka ini, mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2020 yang mengalami kontraksi sebesar -2,65 persen.
“Peningkatan pertumbuhan di Jawa Tengah tahun 2021, tidak lepas dari program-program pemulihan ekonomi yang dilakukan, baik di sektor sosial seperti pembagian bansos, maupun di sektor industri seperti bantuan UMKM,” ucap Ganjar saat penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2021, di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Berlian DPRD Jateng, Selasa (28/3/2022).
Selain itu, Ganjar juga menyampaikan pertumbuhan ekonomi Jateng di beberapa sektor menunjukkan arah perbaikan kembali ke kondisi normal. Tertinggi adalah kontribusi dari sektor Konstruksi yang mencapai 7,37 persen dibandingkan tahun 2020 yang kontraksi sebesar -3,76 persen.
Baca juga: Jokowi Perintahkan Produk UMKM Masuk e-Katalog, Ganjar: ‘Jateng Sudah Sejak Tahun Lalu’
Sektor lain, kata Ganjar, juga turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di Jateng. Yakni sektor Informasi dan Komunikasi yang tumbuh mencapai 6,04 persen serta Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 5,95 persen. Adapun kenaikan pertumbuhan paling signifikan, terjadi pada sektor-sektor kritikal.
“Seperti transportasi dan pergudangan yang tumbuh sebesar 3,30 persen dari tahun 2020 sebesar -32,38 persen. Selanjutnya sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, dari pertumbuhan -7,98 persen pada tahun 2020 menjadi 5,92 persen pada tahun 2021,” ucap Ganjar.
Baca juga: Stok Pangan di Jateng Dipastikan Aman Jelang Ramadan, Ganjar : ‘Hanya Soal Harga Masih Fluktuatif’
Selain itu, Ganjar mengatakan, jumlah penduduk miskin di Jateng pada bulan September 2021 berjumlah 3,934 juta orang atau 11,25 persen berkurang sejumlah 185,92 ribu orang atau 0,59 persen.
“Lebih rendah dari bulan September 2020 berjumlah 4,119 juta orang atau 11,84 persen. Hal ini menunjukan keberhasilan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam pengentasan kemiskinan dimasa pandemi COVID-19,” tandas Ganjar.
Editor: Ahmad Muhlisin

