BETANEWS.ID, SEMARANG – Over kapasitas yang dialami Lapas Kelas 1 Semarang membuat warga binaan yang menghuni di lapas tersebut sulit mentaati aturan protokol kesehatan, terutama jaga jarak.
Kepala Lapas Kelas I Semarang Supriyanto mengatakan, kapasitas Lapas Semarang didesain untuk 600 napi. Namun pada kenyataanya, lapas tersebut sudah diisi lebih dari 1.700 napi.
“Antisipasi ya susah karena kondisinya penuh,” jelasnya di lapas yang berada di Jalan Raya Semarang-Boja KM4, Desa Wates, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang itu, Selasa (3/8/2021).
Baca juga: Ribuan Warga Binaan Lapas Kelas 1 Semarang Divaksin
Sejauh ini, pihaknnya hanya memaksimalkan pemberlakuan wajib masker dan cuci tangan untuk semua warga Lapas Kelas 1 Semarang. Pihaknya juga masih kesulitan untuk memastikan para napi jaga jarak.
“Paling kami memberlakukan wajib masker dan cuci tangan,” tuturnya.
Sebelumnya, Kepala Kanwil Kemenkumham Jateng A Yuspahruddin mengatakan, kondisi lapas yang sudah kelebihan kapasitas sangat rentan. Untuk itu, penerapan protokol kesehatan khususnya jaga jarak dan menjauhi kerumunan pun tidak bisa maksimal.
Baca juga: Cerita Warsinah Mengais Rezeki dari Balik Jeruji, Bisnis Kue dan Rotinya Kini Banyak Peminat
“Adapun protokol kesehatan yang dapat diterapkan berupa mencuci tangan dan memakai masker,” ujarnya.
Dia mengaku kesulitan, untuk menerapan social distancing karena kondisinya lapas dan rutan sudah banyak yang over kapasitas. Untuk itu, dia melakukan cara lain yaitu dengan cara vaksinasi.
“Kondisi lapas yang sudah kelebihan kapasitas sangat rentan,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

