BETANEWS.ID, KUDUS – Di Toko Cahaya Teknik Kudus, siang itu tampak seorang pria mengenakan baju warna kuning sedang memberi pengarahan kepada pria paruh baya yang tampak sedang memegang lampu. Usai mendapat pengarahan, pria yang bernama Musapak (53) tersebut, kemudian mencoba mempratikkan memperbaiki lampu yang sudah mati.
Di sela aktivitasnya, pria asal Kalimantan tersebut menceritakan bagaimana ia sampai jauh-jauh ke Kudus untuk belajar memperbaiki lampu. Hal itu, menurutnya tak lepas dari keinginannya untuk bisa membuka jasa servis dan penjualan lampu di Kalimantan.
Baca juga : Cahaya Teknik Beri Layanan Servis Lampu Cepat dan Ada Garansi Hingga Tiga Bulan
“Di sana (Kalimantan), saya mempunyai banyak lampu yang sudah tidak bisa digunakan. Tujuan belajar ini, supaya bisa membenahi lampu sendiri dan memanfaatkan lampu yang sudah tidak bisa digunakan. Soalnya kalau dibuang kan sayang,” bebernya kepada betanews.id.
Menurutnya, ia memantapkan tekadnya untuk pergi ke Kudus belajar servis lampu, usai melihat tayangan di kanal Beta TV.
“Nanti pinginnya buka di Kalimantan, penjualan lampu, servis lampu, dan barang ambil dari sini. Selain belajar, juga ingin ngobrol soal modal merintis usaha seperti ini dan lain sebagainya,” paparnya.
Sementara itu, Nursito, Owner Cahaya Teknik mengatakan, baginya siapa saja yang ingin belajar servis lampu maupun pengetahuan di bidang elektronik bisa saja belajar di tempatnya.
“Saya terbuka bagi mereka yang ingin serius untuk belajar servis lampu ini,” tutur warga Grobogan tersebut.
Baca juga : Melepas Pelayaran, Nursito Bergelut dengan Bisnis Lampu yang Omzetnya Tak Kalah Gede
Ia menjelaskan, di tempatnya untuk belajar dikenakan biaya Rp 100 ribu untuk sekali datang. Sedangkan jam, mulai dari buka hingga tutup, menurutya tidak masalah.
Menurutnya, uang tersebut untuk memberikan biaya transportasi kepada yang mengajari, biaya rokok dan juga untuk tenaga.
“Biaya tersebut untuk yang mengajari, karena saya mempunyai orang yang membantu saya. Selain itu juga biar kedua belah pihak tidak ada yang merasa dirugikan,” tandasnya.
Editor : Kholistiono

