31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Tak Ada Penjagaan, Penyekatan Jalan di Kudus Banyak yang Diterobos

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Republik Indonesia menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat se-Jawa dan Bali, yang dimulai tanggal 3 Juli sampai 20 Juli 2021. PPKM Tersebut, sebagai salah satu langkah pemerintah untuk menurunkan kasus Covid – 19.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus pun saat ini sudah ikut memberlakukan PPKM Darurat. Salah satu poin dalam kebijakan tersebut adalah penutupan mal. Pemkab juga melakukan penyekatan di beberapa ruas jalan akses masuk ke Kota Kretek.

Jalan yang ditutup antara lain, di Jalan Tanggulangin, tepatnya di traffic light pojok Terminal Induk Jati Kudus. Jalan tersebut yang merupakan akses masuk dari Demak ditutup total menggunakan water barrier. Namun tak berapa lama, terlihat pengendara roda dua menggunakan atribut ojek online membuka penutup jalan tersebut, sehingga ia dan puluhan pengendara lainnya bisa lewat.

-Advertisement-
Pengendara sepeda motor dan mobil terlihat menerobos jalan yang sudah dilakukan penyekatan. Foto: Rabu Sipan

Baca juga : Patroli PPKM Darurat, Kapolres Kudus Minta Warga Patuhi Kebijakan Pemerintah

Kemudian di Perempatan Pura Simpang Onde – Onde Jalan dr Loekmono Hadi Kudus, ruas jalan untuk motor dan mobil juga ditutup menggunakan water barrier. Namun, terlihat water barrier yang digunakan untuk menutup jalan sudah dibuka warga. Bahkan bukaanya lumayan lebar, sehingga motor, bahkan mobil pun bisa melintas.

Tak berapa lama datang dua petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus membetulkan letak water barrier, tapi tidak ditutup rapat. Sehingga kendaraan roda dua masih tetap lewat. Saat dikonfirmasi, satu petugas yang diketahui bernama Miftah menuturkan mengatakan, jika sebenarnya penutupan jalan tersebut rapat. Namun karena ada warga yang tinggal di sepanjang jalan antara Simpang Onde – Onde dan Simpang Tujuh Kudus sehingga diberi toleransi.

“Sebenarnya penutupan jalan ini rapat mas. Namun, kita beri toleransi untuk warga setempat. Harusnya setelah lewat ditutup lagi, tapi ini malah dibuka lebar sehingga mobil bisa melintas,” ujarnya kepada Betanews, Selasa (6/7/2021).

Tak hanya di situ, penutupan ruas jalan juga terjadi di Jalan ujung timur Jalan Pemuda Kudus, tepatnya di Perempatan Sleko. Tampak water barrier sebagai penutup jalan ada yang terbuka satu. Sehingga para pengendara sepeda motor melintas begitu saja.
Sempat terjadi kemacetan karena ada sebuah mobil boks akan masuk menerobos water barrier. Namun, dicegah tukang parkir.

Tukang parkir yang kemudian diketahui bernama Sriyanto (60) mengatakan, sejak hari Minggu (4/7/2021) Jalan Pemuda yang dari arah timur ditutup. Menurutnya, penutupannya memang tidak rapat, masih ada space. Sehingga kendaraan roda dua masih diperbolehkan melintas.

“Ini yang buka petugas Dishub kok. Sehingga kendaraan roda dua masih melintas. Kalau untuk kendaraan roda empat memang tidak boleh. Kalau mau ngirim barang ya parkirnya di situ,” ujarnya sambil menunjuk lokasi sebelah timur water barrier.

Selain itu juga terdapat penutupan jalan di Lampu Merah Ngembal. Jalan masuk dari Pati ditutup total. Terlihat ada rangkaian water barrier juga di jalan yang dari arah selatan masuk ke Kudus. Namun tampaknya water barrier tersebut sudah terbuka separuh lebar jalan. Sehingga tidak hanya kendaraan roda dua saja yang melintas, tapi juga kendaraan roda empat, bahkan truk juga terlihat banyak yang lewat.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Dinas (Sekdin) Perhubungan Kudus yakni Putut Sri Kuncoro mengatakan, saat ini Pemkab Kudus sedang memberlakukan PPKM Darurat. Jadi memang ada beberapa ruas jalan pintu masuk ke Kudus ditutup. Penutupan tersebut diprioritaskan untuk kendaraan roda empat. Kalau untuk kendaraan roda dua pihaknya masih memberikan kelonggaran.

“Penyekatan itu kan untuk kendaraan roda empat. Jadi untuk kendaraa roda dua silahkan lewat, tapi jangan sampai melanggar aturan. Apalagi sampai lewat trotoar,” ujar pria yang akrab disapa Putut saat dihubungi melalui telepon.

Disinggung tentang banyaknya kendaraa roda empat yang masih menerobos penyekatan. Putut mengaku akan melakukan tindakan. Pihaknya akan melakukan operasi dan akan menindak truk atau pun angkutan barang yang menerobos penyekatan.

Baca juga : PPKM Darurat di Kudus, Petugas Gabungan Sasar Prokes di Tempat Makan

“Nanti sifatnya hunting, kalau ada yang melanggar penyekatan untuk angkutan barang atau apa ya kita tindak saja,” bebernya.

Dia berharap dan mengimbau agar masyarakat untuk mematuhi peraturan yang disampaikan pemerintah. Pihaknya melakukan penyekatan juga karena aturan.
Kemudian untuk para pengusaha yang akses jalannya sementara tertutup dimohon pengertiannya juga.

“Kami mohon pengertiannya, bukan maksud kita mematikan usaha, sebab semua itu karena aturan. Toh ini kan tidak di Kudus saja. Tapi seluruh wilayah Jawa dan Bali,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER