BETANEWS.ID, KUDUS – Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Kudus menyiapkan 266 personel untuk lakukan pengamanan saat larangan mudik lebaran 1442 H berlangsung. Penyiagaan ini berlangsung terhitung sejak 6 hingga 17 Mei 2021 nanti.
Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma menjelaskan, selain polisi pemantauan pemudik ini juga akan melibatkan TNI, Satpol PP, dan lainnya. Pos pemantauan (Pospam) juga akan mereka sediakan, salah satunya di pom bensin yang berada di perempatan Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.
“Pospam akan kita operasikan H-7 hingga H+7 Lebaran nanti. Untuk penyekatan pemudik akan dilakukan di 14 titik perbatasan yang mengarah ke Jawa Tengah. Yang menjadi sentral dari pemudik Indonesia,” katanya Selasa (27/4/2021).
Baca juga: Belum Siapkan Pos Pantau Pemudik, Dishub Kudus Tunggu SE Larangan Mudik Kemenhub
Selama Ramadan ini saja, dari pengamatan yang dilakukan Polres Kudus, ada sejumlah pemudik yang dilaporkan mulai memasuki Kabupaten Kudus. Dari kabar yang didapat, sejak pekan kedua Ramadan lalu gelombang kedatangan pemudik sudah mulai terlihat.
Atas apa yang terjadi, Kapolres bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus akan lakukan penanganan khusus bagi para pemudik yang datang. Pihaknya juga mengerahkan tenaga Bhabinkamtibmas untuk mendata siapa saja yang baru datang dari luar kota.
Dari data yang didapat itu lah, Kapolres meminta agar DKK bisa melakukan testing dengan rapid test antigen kepada mereka. Jika ada yang ditemukan hasilnya positif, langkah selanjutnya adalah isolasi.
“Bagi yang hasilnya positif nanti akan diminta isolasi mandiri, atau bisa juga diarahkan untuk melakukan isolasi di tempat lain. Bisa juga menjalankan isolasi di rumah sakit,” ungkapnya.
Baca juga: Tak Mau Kecolongan Pemudik, Polisi Akan Jaga Jalan Tikus Selama 24 Jam
Sejauh ini, dari laporan yang didapat Aditya, pemudik yang sudah tiba di Kudus berasal dari sembilan kecamatan yang ada di Kudus, dengan persentase terbanyak ada di Kecamatan Dawe dan Kecamatan Kaliwungu.
Para pemudik ini, dipastikan telah menjalani tes rapid antigen. Di mana sejauh ini mereka dinyatakan sehat dan belum ada yang terkonfirmasi positif virus covid-19.
“Ini paling banyak paling sekitar 5 sampai 7 orang pemudik,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

