BETANEWS.ID, KUDUS – Sebuah toko pakaian dengan nuansa warna merah jambu terlihat cukup ramai pengunjung, Sabtu (06/03/2021). Mereka tampak sedang memilih baju yang tergantung rapi di sudut toko yang berada di Jalan Sunan Muria No 24, Desa Glantengan, Kecamatan Kudus, Kabupaten Kudus. Di sudut lain toko, seorang wanita terlihat sedang melayani pembeli yang menyelesaikan pembayaran. Dia adalah Kayla Alex Tas’an Wartono (20), pemilik toko pakaian Mecca.
Di sela-sela melayani pembeli itu, Kayla, sapaan akrabnya bersedia menjelaskan rintisan bisnis pakaian yang ia jalani sejak 2019 lalu. Awalnya, Kayla hanya berjualan via online dan melakukan pameran dibeberapa mall di kota Semarang dan Yogyakarta.

“Setelah satu tahun menjalankan bisnis, akhirnya di 2020 saya memutuskan buka di Kudus,” jelasnya.
Baca juga: Dapatkan Hijab Premium Harga Murah Hanya di Azeela Jilbab
Kayla mengatakan, awal ia memilih membuka usaha pakaian, karena dirinya menyukai dunia fashion. Akhirnya, ia memikirkan produk apa yang sekiranya akan selalu dicari dan dibutuhkan. Akhirnya ia memutuskan untuk memproduksi hijab
Yang menjadikan produk Mecca selalu dilirik konsumen, karena semua bahan yang digunakan memakai kain premium khusus hijab. Lalu Mecca juga memiliki banyak variasi motif.
“Selain itu kami juga memberikan branding logo di produk hijab kita, serta mengemas hijab secara ekslusif,” ungkapnya.
Berbagai model hijab yang dijualnya seperti hijab square, hijab pashmina, hijab printing, hijab instan, dan ada juga produl lain macam gamis. Untuk harga yang ditawakan Mecca mulai dari Rp 38 ribu hingga Rp 179 ribu untuk hijab, dan gamis dari Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu.
Baca juga: Hijab Kekinian di Jilbab Zahara Mulai Rp 11 Ribuan, Setiap Hari Terjual 10 Ribu
“Yang paling best seller ada produk hijab Haraa Square, karena menggunakan bahan voal superfine dengan finishing lasercut. Lalu yang kedua ada hijab Woody Square dengan bahan voal premium bertekstur seperti kayu cendana. Dan untuk gamis, produk yang best seller yaitu Kayra Dress,” rincinya.
Kayla juga mengakui, penjualan di masa pandemi itu mengalami penurunan. Karena biasanya ia mengikuti pameran yang biasanya rutin dan sekarang nyaris tidak ada.
“Kalau dulu (jual) 1.000 buah mudah dicapai. Kalau sekarang ini mungkin hanya sekitar 50-75 persen (dari penjulalan sebelum pandemi) saja,” beber Kayla.
Selain menjual lewat offline store, produk Mecca juga dapat ditemukan di media sosial Instagram @bymecca.id dan juga di shopee Meccaofficialshop. Toko Mecca buka setiap hari Senin hingga Sabtu mulai pukul 10.00 WIB hingga WIB 18.00 WIB.
Editor: Ahmad Muhlisin

