BETANEWS.ID, KUDUS – Program vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Kudus akan dilaksanakan pekan ini. Vaksinasi tahap kedua ini ditujukan untuk pekerja publik dengan sasaran 23.425 orang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Andini Aridewi mengatakan, vaksinasi tahap kedua ini ditujukan bagi mereka yang bekerja di sektor pelayanan publik. Di antaranya, TNI, Polri, ASN, guru, atlet, pedagang di pasar, karyawan BUMN dan BUMD, tokoh agama hingga insan pers. Serta tak ketinggalan anggota DPRD.
Baca juga : Capaian Vaksinasi Gelombang I di Jateng: Pekalongan Terendah, Kudus dan Pati Lebihi Target
“Populasi vaksinasi sudah berdasarkan data. Total yang terdata mereka yang bekerja di pelayanan publik ada 23.425 orang,” ujar perempuan yang akrab disapa Andini kepada awak media, Senin (22/2/2021).
Dia mengungkapkan, pelaksanaan vaksinasi tahap pertama untuk tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Kudus sudah 100 persen. Menurutnya, penyuntikan vaksin yang dilakukan dua kali tersebut sudah 100 persen. Dengan total penerima vaksin 5.502 nakes. Bahkan tuturnya, penyuntikan vaksin pertama untuk nakes di Kudus merupakan tertinggi di Jawa Tengah.
“Penyuntikan vaksin untuk nakes di Kudus sudah 100 persen. Untuk penyuntikan pertama itu capai 102 persen. Itu yang tertinggi se Jawa Tengah. Sedangkan penyuntikan tahap kedua 80,32 persen,” bebernya.
Dia menuturkan, hari ini pihaknya sedang mengambil jatah vaksin untuk para pekerja layanan publik. Menurutnya, pengambilan vaksin hari ini Kabupaten Kudus hanya kebagian jatah 900 vial untuk 9.000 dosis. Artinya, jika dibagi dua, vaksin yang diambil hari ini hanya untuk 4.500 sasaran yang akan menerima vaksin.
Baca juga : Vaksinasi Gelombang II Dimulai, Ganjar: ‘Target Sehari 1.000 Pelayan Publik Divaksin’
Lebih lanjut tuturnya, vaksin yang diambil hari ini memang jumlahnya masih kurang dari total jumlah sasaran penerima vaksin. Oleh sebab itu, harus ada strateginya. Menurutnya, semua sudah diperhitungkan. Sebab penyuntikan vaksin itu kan dua kali. Jadi sebelum vaksin habis nanti pihaknya akan mengajukan jatah vaksin lagi ke pemerintah pusat.
“Semua sudah diperhitungkan. Nanti strateginya memang menyesuaikan dengan kelompok sasaran, termasuk kemarin yang sudah memberikan informasi data,” jelasnya.
Editor : Kholistiono

