Meski Dihadang Covid-19, Disbudpar Kudus Optimis Lampaui Target PAD Pariwisata

BETANEWS.ID, KUDUS – Dampak pandemi Covid-19 sempat membuat lumpuh sejumlah sektor perekonomian di Kudus. Satu di antaranya yakni bidang pariwisata. Hal tersebut lantaran menurunkan target Pendapatan Hasil Daerah (PAD) di bidang tersebut. Akibatnya, target yang sebelumnya sekitar Rp 4,4 miliar, kini diturunkan menjadi Rp 1,24 miliar.

Dengan target tersebut, Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus, Mutrika mangaku tidak ada kendala dalam mencapainya. Bahkan, pihaknya membuat rencana untuk melampaui target tersebut. Mengingat, hingga November 2020, capaian target sudah 98,80 persen.

Dia mengaku optimis bisa melampaui target tersebut. Melihat potensi di akhir tahun 2020 akan ada banyak hari libur. Meski demikian, peluang untuk meningkatkan PAD itu juga menjadi tantangan karena kondisi pandemi.

-Advertisement-

Baca juga: Dinas Pariwisata Tak Segan-Segan Tutup Objek Wisata dan Hotel Pelanggar Prokes

“Hari ini sudah kita tekankan kepada teman-teman, khusus bulan ini kita targetkan tambahan 10 persen. Dengan adanya beberapa hari libur, kami harapkan bisa menambah PAD hingga melebihi target 100 persen. Harapan kami dengan meningkatkan PAD di Kudus bisa memberi manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya saat ditemui di ruangannya, Rabu (2/12/2020).

Dari sejumlah lokasi wisata, PAD tertinggi yakni didapat dari wisata yang ada di Desa Colo. Sejauh ini, wisata di Desa Colo masih menjadi andalah dinas tersebut.

“Yang paling tinggi dari Colo. Portal Colo selama ini masih menjadi andalan kami, karena wisata ziarah tidak mengenal pandemi,” bebernya kepada betanews.id.

Sejak ada pandemi Covid-19, dirinya terus bergerak dalam memastikan penerapan protokol kesehatan. Selain melakukan evaluasi rutin setiap sepekan atau dua pekan sekali, pihaknya juga berkoordinasi dengan satgas Covid-19 di tingkat kecamatan.

“Pandemi ini menjadi tantangan kami. Dan saya optimis bisa melampaui target PAD yang ditetapkan. Tentu wajib kami perketat protokol kesehatan,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER