BETANEWS.ID, SEMARANG – Kegiatan Jateng Bersalawat dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW akan disiarkan secara serentak di televisi dan radio se-Jawa Tengah. Acara yang rencananya dilaksanakan, Jumat (20/11/2020) itu, bisa diikuti mulai pukul 20.00 WIB sampai 21.00 WIB.
Koordinator Bidang Kelembagaan KPID Jawa Tengah, Isdiyanto Isman menjelaskan, dalam acara yang digagas Pemprov Jawa Tengah itu, KPID akan menyiarkan secara langsung lewat TVRI Jawa Tengah serta siaran On Air RRI Semarang.
Kegiatan tersebut bertempat di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Semarang. Selanjutnya, siaran RRI akan direlay oleh seluruh stasiun radio di Jawa Tengah.
Baca juga: Habib Luthfi Terima Gelar Doktor Honoris Causa, Ganjar: ‘Ilmu yang Beliau Berikan Melebihi Doktor’
“Sebagian besar penyelenggara penyiaran radio termasuk para pimpinan jaringan radio di Jawa Tengah menyatakan kesiapannya untuk merelay melalui RRI Semarang,” jelas Isdiyanto, Rabu (18/11/2020).
Dalam acara tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo akan hadir bersama jajaran Forkompimda Jawa Tengah, para Ketua Ormas Keagamaan, KPID, pimpinan TVRI, dan pimpinan RRI Semarang. Tausiyah akan diisi oleh KH Mustofa Bisri (Gus Mus), Pengasuh Ponpes Raudlotul Tholibien, Leteh, Rembang, sedangkan doa akan dipimpin KH Munif Zuhri, pengasuh Ponpes Girikusumo, Mranggen. Pengajian Maulid ini akan disemarakkan Hadroh Az Zahir Pekalongan, pimpinan Habib Ali Zaenal Abidin.
Urgensi menggemakan Jateng Bersalawat melalui siaran serentak, kata Isdiyanto, dilatari acara tersebut baru kali pertama diselenggarakan oleh Pemprov Jateng sejak pandemi Covid-19. Maka, momentum ini sangat tepat dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat berdoa dan berselawat bersama agar Jawa Tengah segera terbebas dari Covid-19.
Baca juga: Sowan ke Habib Luthfi, Ganjar : ‘Kami Diminta Tegas Dalam Menangani Pandemi Ini’
Mengingat pandemi hingga kini masih menguat, maka pelaksanaannya menggunakan Protokol Kesehatan Covid-19, yang antara lain dilakukan pembatasan peserta maksimal hanya 60 orang.
“Makanya, peran lembaga penyiaran sangat penting sebagai jembatan komunikasi antara yang di Gradhika dengan masyarakat luas saat acara berlangsung,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

