BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menyalurkan tunjangan kesejahteraan sebesar Rp1 juta kepada masing-masing imam, khatib, dan marbot pada 2026. Program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kudus ini diberikan sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi kepada tokoh agama yang melayani jemaah.
Selain itu, Pemkab Kudus juga memberikan tunjangan kepada 88 tokoh agama non-Islam serta bantuan biaya listrik bagi masjid, musala, gereja, dan vihara atau kelenteng.
Penyerahan simbolis bantuan tersebut digelar di Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (20/10/2026). Program ini menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap kesejahteraan pengurus keagamaan sekaligus membantu operasional rumah ibadah.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan, meskipun di tengah efisiensi anggaran, Pemkab Kudus tetap menyalurkan program tersebut sebagai bentuk komitmen terhadap janji politik sebelumnya. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan imam, khatib, marbot, dan tokoh agama non-Islam, sekaligus meningkatkan pelayanan ibadah kepada masyarakat.
“Walaupun di tengah situasi kondisi efisiensi, alhamdulillah Pemerintah Kabupaten Kudus masih bisa menyalurkan dukungan dan bantuan kepada marbot, imam, khatib, maupun bantuan untuk tempat ibadah,” ujarnya.
Secara terperinci, sebanyak 3.439 orang yang terdiri atas imam, khatib, dan marbot mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp3,439 miliar. Sementara itu, sebanyak 88 tokoh agama non-Islam masing-masing menerima Rp1 juta, dengan total anggaran Rp88 juta.
Selain tunjangan personal, Pemkab Kudus memberikan bantuan biaya listrik selama enam bulan. Sebanyak 697 masjid menerima bantuan Rp200 ribu per bulan, sedangkan 1.548 musala memperoleh Rp100 ribu per bulan.
Bantuan serupa juga diberikan kepada 62 gereja dan 13 vihara atau kelenteng, masing-masing sebesar Rp200 ribu per bulan selama enam bulan.
Sam’ani berharap bantuan tersebut dapat menambah semangat para imam, khatib, marbot, dan tokoh agama dalam menjalankan tugas serta membimbing umat sesuai dengan keyakinan masing-masing.
Ia juga berharap dukungan terhadap rumah ibadah dapat terus berlanjut pada tahun berikutnya dengan tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.
“Semoga tetap semangat, tetap ikhlas, tetap tawadu, dan tetap setia untuk mengawal tempat-tempat ibadah maupun umat,” pesannya.
Salah satu penerima manfaat, Watikhul Imam, mengaku senang menerima bantuan tersebut. Menurutnya, bantuan itu baru pertama kali diterimanya. Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut.
“Senang karena bisa meningkatkan semangat kita dalam melayani masyarakat serta mensyiarkan agama agar masjid bisa ramai,” imbuhnya.
Editor: Kholistiono

