4 Desa di Kudus Dilanda Kekeringan, Ribuan Warga Krisis Air Bersih

BETANEWS.ID, KUDUS – Krisis air bersih masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus hingga awal September 2026. Sebanyak 2.316 warga dari 811 kepala keluarga (KK) di empat desa kini terdampak kekeringan. Distribusi air bersih pun terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Empat desa tersebut yakni Glagahwaru di Kecamatan Undaan, Colo di Kecamatan Dawe, serta Setrokalangan dan Kedungdowo di Kecamatan Kaliwungu. Kondisi kekurangan air bersih di masing-masing wilayah mulai terjadi sejak pertengahan Juli hingga akhir Agustus 2026.

Kepala BPBD Kudus melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik, Ahmad Munaji, mengatakan penanganan masih dilakukan dengan menyalurkan air bersih ke sejumlah titik yang membutuhkan. Distribusi dilakukan bersama berbagai instansi dan organisasi yang memberikan dukungan air.

-Advertisement-

“Total sementara sudah 914 ribu liter air bersih yang kami distribusikan ke empat desa terdampak,” kata Munaji melalui siaran tertulisnya belum lama ini.

Desa Glagahwaru, lanjutnya, menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak paling banyak. Sebanyak 606 KK atau 1.695 jiwa di sejumlah RW mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

“Di desa tersebut, distribusi air juga menjadi yang terbesar dibandingkan tiga desa lainnya. Hingga 3 September 2026, sebanyak 753.500 liter air telah disalurkan ke Glagahwaru,” bebernya.

Baca juga : Fraksi Golkar Desak Bupati Kudus Evaluasi Kepala Dinas PUPR

Sementara itu, kata dia, di Desa Setrokalangan terdapat 94 KK atau 246 jiwa yang terdampak kekeringan. Distribusi air ke wilayah tersebut telah mencapai 122.500 liter.

Kondisi serupa terjadi di Desa Kedungdowo dengan 91 KK atau 295 jiwa terdampak. BPBD mencatat sebanyak 20.000 liter air bersih telah didistribusikan ke wilayah tersebut.

“Adapun Desa Colo, jumlah warga terdampak kekeringan yakni 20 KK atau sekitar 80 jiwa di RT 4 RW 1. Hingga 3 September, tercatat 18.000 liter air telah didistribusikan ke wilayah tersebut,” jelasnya.

Secara keseluruhan, kata Munaji, air yang disalurkan ke empat desa tersebut berasal dari berbagai pihak. Selain BPBD, bantuan juga datang dari BBWS Pemali Juana, PMI, IDI, Kodim, Polres, Bhayangkari, Satpol PP, PDAM, IBI, Sukun, Baznas, hingga Pemuda Pancasila.

Untuk memastikan air dapat ditampung dan digunakan warga, tuturnya, BPBD juga menempatkan sejumlah tandon di lokasi terdampak. Di Glagahwaru terdapat 10 tandon yang tersebar di RW 1, RW 2, RW 3, dan RW 5. Sementara di Colo terdapat satu tandon berkapasitas 5.000 liter.

“Di Setrokalangan disediakan empat tandon dengan kapasitas 5 ribu liter dua unit, satu kapasitas 3 ribu liter dan satu lagi 2 ribu liter. Sementara di Kedungdowo terdapat satu tandon berkapasitas 5 ribu liter yang ditempatkan di RT 04 RW 3,” rincinya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER