Launching Buku TATAH, Fadli Zon Dorong Sekolah Lokakarya untuk Perkuat Regenerasi Pengukir Jepara

BETANEWS.ID, JEPARA – Di tengah menyusutnya jumlah generasi muda yang menekuni seni ukir, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon berencana mengembangkan sekolah lokakarya di Jepara.

Tak hanya itu, ia menyebut pihaknya juga akan menggelar pelatihan bersama para maestro ukir sebagai upaya menjaga keberlangsungan tradisi seni ukir.

Menurutnya, seni ukir Jepara merupakan warisan leluhur yang memiliki nilai artistik tinggi sekaligus potensi besar di sektor ekonomi kreatif.

-Advertisement-

Karya-karya para pengukir dari Bumi Kartini, lanjutnya, telah lama dikenal hingga mancanegara dan menjadi bagian dari industri kreatif global.

“Seni ukir Jepara bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga merupakan pencapaian artistik yang tinggi sebagai ekspresi budaya Indonesia,” ujar Fadli Zon saat peluncuran buku TATAH: Suluk, Sulur, dan Jepara – Rekonstruksi Jepara Melalui Seni Ukir di Ruang Teater Museum Nasional Indonesia (MNI), Jumat (10/7/2026).

Peluncuran buku tersebut digelar bersamaan dengan pameran TATAH di Museum Nasional Indonesia yang sejak April 2026 telah menyedot lebih dari 53 ribu pengunjung.

Fadli Zon menilai kehadiran buku ini memiliki nilai strategis untuk memperkuat literasi sejarah sekaligus membuka perspektif baru tentang masa depan Jepara sebagai pusat seni ukir dunia.

Baca juga : Sepekan Digelar, Pameran Ukir TATAH Jepara Didatangi 2.639 Pengunjung

Ia menambahkan, pemerintah pusat juga akan terus mengawal penguatan mekanisme perlindungan tradisi seni ukir Jepara di tingkat internasional, termasuk upaya menjadikannya sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

“Buku ini menjadi ikhtiar intelektual untuk merekam perjalanan sejarah seni ukir Jepara sekaligus memperkuat upaya pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatannya,” kata Fadli.

Salah satu penulis buku, Arif Akhyat, menjelaskan bahwa penyusunan TATAH melibatkan penelusuran ulang artefak dan arsip yang selama ini belum banyak dikaji dalam historiografi nasional.

“Buku ini mengajak masyarakat melihat seni ukir sebagai bagian dari sejarah, budaya, dan identitas Jepara yang terus berkembang,” ujar Arif.

Sebagai informasi, pameran seni ukir TATAH di Museum Nasional Indonesia masih akan berlangsung hingga 2 Agustus 2026.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER