BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) akan menerapkan program pertukaran guru bagi jenjang SMP. Program tersebut dijadwalkan berlangsung pada 27 Juli hingga 8 Agustus 2026, bersamaan dengan pelaksanaan program pertukaran pelajar.
Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum Disdikpora Kabupaten Kudus, Maulana Majid, mengatakan program perdana tersebut difokuskan pada dua mata pelajaran (mapel), yakni Matematika dan Bahasa Indonesia.
“Untuk sementara pertukaran guru dilaksanakan di jenjang SMP terlebih dahulu dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika,” bebernya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon belum lama ini.
Menurutnya, pemilihan dua mata pelajaran tersebut bukan tanpa alasan. Program itu diselaraskan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan yang menitikberatkan peningkatan kompetensi peserta didik pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia, termasuk dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
“Kenapa hanya dua mata pelajaran? Karena ini terkait dengan program dari Kementerian Pendidikan, yaitu TKA yang fokus pada Matematika dan Bahasa Indonesia,” ungkapnya.
Baca juga : Kota Salatiga Tertarik Gabung, Pertukaran Pelajar Kudus Bakal Digelar Lagi dengan Durasi Lebih Panjang
Setiap SMP, baik negeri maupun swasta, akan mengirimkan dua guru, masing-masing satu guru Matematika dan satu guru Bahasa Indonesia. Guru-guru tersebut akan bertukar tempat mengajar dengan sekolah lain selama pelaksanaan program.
“Setiap sekolah mengirim dua guru, satu guru Matematika dan satu guru Bahasa Indonesia,” katanya.
Ia menuturkan, program tersebut akan diikuti oleh 36 SMP negeri dan swasta di Kabupaten Kudus. Sementara itu, untuk jenjang SD, tahun ini baru diterapkan program pertukaran murid. Adapun pertukaran guru SD masih belum diberlakukan.
“Kalau SD, sementara baru muridnya. Untuk pertukaran guru SD masih belum,” jelasnya.
Ia berharap melalui program pertukaran guru tersebut, para pendidik dapat saling berbagi pengalaman, strategi, dan metode pembelajaran yang efektif sehingga dapat diterapkan di sekolah masing-masing setelah program berakhir.
“Harapannya ada pembaruan pengalaman dan informasi. Metode pembelajaran Matematika maupun Bahasa Indonesia yang diterapkan di satu sekolah bisa diadaptasi dan diaplikasikan di sekolah lainnya,” pungkasnya.
Ia menambahkan, sebelum pelaksanaan program, Disdikpora akan menggelar upacara pelepasan peserta pada 20 Juli 2026. Selanjutnya, kegiatan pertukaran guru dan murid akan resmi dimulai.
Editor : Kholistiono

