BETANEWS.ID, KUDUS – Ribuan masyarakat memadati kawasan Menara Kudus pada puncak peringatan Buka Luwur Sunan Kudus, Kamis (25/6/2026). Mereka rela mengantre sejak dini hari demi mendapatkan nasi yang dipercaya membawa berkah, yakni Nasi Uyah Asem, hidangan khas yang dibagikan kepada masyarakat dalam tradisi tahunan tersebut.
Bagi sebagian warga, Nasi Uyah Asem bukan sekadar makanan berisi nasi dan daging kerbau. Lebih dari itu, hidangan tersebut dipercaya membawa keberkahan karena menjadi bagian dari rangkaian peringatan haul dan Buka Luwur Sunan Kudus yang telah berlangsung turun-temurun.
Siti Samsiah, warga Desa Karangbener, Kecamatan Bae, menjadi salah satu warga yang ikut mengantre. Ia datang seorang diri dan berjalan kaki menuju lokasi pembagian nasi berkah tersebut.
Perempuan itu mengaku baru pertama kali ikut mengantre nasi berkah tersebut secara langsung. Meski harus berdesakan dengan ribuan warga lainnya, ia merasa senang karena dapat menjadi bagian dari tradisi yang telah lama dikenal masyarakat Kudus.
“Tadi datang sekitar jam enam pagi. Baru kali ini ikut antre, makanya saya juga heran ternyata ramai sekali,” katanya usai mengantre.
Menurutnya, keikutsertaannya dalam antrean tersebut didasari keinginan untuk mendapatkan berkah dari Sunan Kudus.
“Menyenangkan, biar bisa dapat berkahnya Sunan Kudus,” katanya sambil menunjukkan dua bungkus nasi yang berhasil diperolehnya.
Hal serupa diungkapkan Karsani, warga Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu. Bersama istri dan anaknya, ia sengaja datang ke Menara Kudus sejak usai melaksanakan salat Subuh.
Baca juga : Berkah Buka Luwur Sunan Kudus, Ribuan Porsi Sego Jangkrik Siap Didistribusikan
Ia mengaku tidak menyangka jumlah warga yang mengantre begitu banyak. Namun, hal itu tidak menyurutkan niatnya untuk mendapatkan Sego Jangkrik.
“Setelah salat Subuh langsung ke sini. Sampai sini ternyata sudah banyak yang antre,” tuturnya.
Karsani mengatakan dirinya memang sengaja datang untuk mendapatkan Sego Jangkrik yang menjadi salah satu tradisi paling dinantikan dalam Buka Luwur Sunan Kudus.
“Nasi jangkrik isinya ada nasi dan daging kerbau. Saya datang bersama istri dan anak karena ingin dapat barokahnya Sunan Kudus,” ungkapnya.
Tradisi pembagian Nasi Jangkrik dan Nasi Uyah Asem menjadi salah satu agenda puncak Buka Luwur Sunan Kudus yang selalu menyedot perhatian masyarakat. Tidak hanya warga Kudus, banyak peziarah dari berbagai daerah yang datang untuk mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Humas Yayasan Masjid, Menara, dan Makam Sunan Kudus (YM3SK), Denny Nur Hakim, menjelaskan bahwa tahun ini pihak yayasan telah menyiapkan lebih dari 34.000 bungkus untuk didistribusikan kepada masyarakat. Menurutnya, tahun ini terdapat 22 ekor kerbau dan 92 ekor kambing yang disembelih dari hasil sedekah masyarakat.
Ia menuturkan, bentuk sumbangan yang diberikan masyarakat tidak hanya berupa uang, tetapi juga beragam kebutuhan untuk mendukung pelaksanaan acara.
“Pendanaan berasal dari masyarakat. Tidak hanya berupa uang, tetapi juga beras, kain, hingga hewan ternak yang disedekahkan untuk kegiatan Buka Luwur,” jelasnya.
Editor: Kholistiono

