BETANEWS.ID, KUDUS – Suasana Alun-alun Simpang Tujuh Kudus tampak semarak saat ratusan peserta menampilkan Tari Lajur Caping Kalo dalam babak final festival yang digelar Minggu (24/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan pemecahan rekor MURI pada puncak peringatan Hari Jadi Kudus ke-477 mendatang.
Festival berlangsung meriah dengan melibatkan peserta dari kalangan organisasi perangkat daerah (OPD), pelajar, hingga masyarakat umum. Sebanyak 12 tim terbaik tampil di babak final setelah melewati proses seleksi dan penilaian dewan juri.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Ketua TP PKK Kabupaten Kudus Endhah Sam’ani Intakoris turut hadir menyaksikan penampilan para peserta. Dalam kesempatan itu, Pemkab Kudus juga resmi meluncurkan logo dan tema Hari Jadi Kudus ke-477 bertajuk “Urup Nguripi”.
Sam’ani mengapresiasi dukungan Yayasan Karya Bakti Nojorono yang dinilai konsisten ikut melestarikan Tari Lajur Caping Kalo sebagai salah satu identitas budaya khas Kudus.
Menurutnya, caping kalo bukan sekadar penutup kepala tradisional, tetapi memiliki filosofi tentang ketelitian, kesabaran, dan keharmonisan dalam kehidupan masyarakat Kudus.
“Caping kalo ini menjadi simbol budaya masyarakat Kudus yang harus terus kita uri-uri bersama. Harapannya, pada puncak Hari Jadi Kudus nanti bisa tercipta rekor MURI dengan keterlibatan masyarakat yang lebih luas memakai caping kalo sebagai kebanggaan budaya daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelestarian budaya lokal perlu terus diperkuat dengan melibatkan generasi muda agar kesenian daerah tidak hilang di tengah perkembangan zaman.
“Tari Lajur Caping Kalo ini menjadi bukti bahwa budaya Kudus mampu berkembang dan membanggakan,” tambahnya.
Dukungan terhadap pelestarian budaya Kudus juga datang dari Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha Djumaryo, melalui tayangan video. Menurutnya, Tari Lajur Caping Kalo menunjukkan kreativitas masyarakat dalam menjaga budaya lokal tetap hidup dan relevan.
“Di balik kesederhanaan caping kalo terdapat nilai ketekunan, kerja sama, dan hubungan manusia dengan budaya serta alam sekitarnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Nojorono Tobacco International, Stefanus JJ Batihalim, berharap Festival Tari Lajur Caping Kalo dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk semakin mencintai budaya daerah sekaligus mendukung suksesnya pemecahan rekor MURI pada Hari Jadi Kudus nanti.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus, Teguh Riyanto, mengatakan festival tersebut merupakan hasil kolaborasi bersama Yayasan Karya Bakti Nojorono sebagai upaya memperkenalkan budaya khas Kudus kepada masyarakat yang lebih luas.
“Festival ini menjadi ruang ekspresi generasi muda sekaligus upaya bersama melestarikan budaya khas Kudus agar semakin dikenal masyarakat luas,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Pemkab Kudus juga memperkenalkan logo Hari Jadi Kudus ke-477 bertema “Urup Nguripi” yang dirancang langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris.
Logo berbentuk angka 477 itu memadukan berbagai ornamen khas Kudus seperti api, menara, masjid, gerbang, hingga tugu rokok dengan dominasi warna oranye, biru, dan hijau.
Tema “Urup Nguripi” yang berarti menyala dan menghidupi sesama menggambarkan semangat masyarakat Kudus dalam membangun daerah sekaligus menjaga akulturasi budaya dan agama yang telah lama menjadi identitas Kota Kretek.
Editor: Kholistiono

