Empat Pelajar Diperiksa Polisi, Tawuran Tiga SMK di Kudus Dipicu Provokasi di Medsos

BETANEWS.ID, KUDUS – Aksi tawuran antarpelajar yang melibatkan tiga sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kudus berhasil dilerai oleh aparat kepolisian. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh provokasi di media sosial yang berujung aksi saling serang antarsiswa yang masih mengenakan seragam sekolah.

Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo, menjelaskan, bahwa aksi tawuran melibatkan siswa dari SMK 2 Ma’arif, SMK Nusantara, dan SMKN 2 Kudus. Sekelompok pelajar dari SMK 2 Ma’arif dan SMK Nusantara mendatangi SMKN 2 Kudus.

“Kejadian diawali dari provokasi di media sosial, kemudian terjadi aksi spontan, yaitu siswa dari SMK Ma’arif dan SMK Nusantara mendatangi SMK 2 Kudus,” katanya.

-Advertisement-

Beruntung, kejadian tersebut tidak berlangsung lama. Aparat Polsek yang dibantu warga sekitar berhasil membubarkan keributan sebelum aksi tawuran semakin meluas.

“Alhamdulillah, berkat kesigapan personel dan bantuan masyarakat, tawuran bisa segera dilerai dan tidak berkembang lebih jauh,” lanjutnya.

Dari hasil penanganan awal, polisi telah meminta keterangan empat siswa yang diduga terlibat. Selain itu, dua unit sepeda motor juga diamankan karena mengalami kerusakan ringan akibat kejadian tersebut.

Baca juga : Diduga Tawuran Pelajar Berseragam Terjadi di Kudus, Saling Kejar hingga Saling Pukul

“Ada kerusakan pada bagian kendaraan, dan satu korban mengalami luka lecet. Saat ini sudah mendapatkan perawatan di RSUD dr Loekmono Hadi,” jelasnya.

Untuk mencegah kejadian serupa, pihak kepolisian langsung menggelar rapat koordinasi bersama berbagai pihak, mulai dari sekolah terkait, perwakilan cabang dinas pendidikan wilayah, hingga unsur TNI dan pemerintah kecamatan.

“Hasilnya, semua pihak sepakat menjaga kondusivitas dan mencegah tawuran pelajar terulang kembali,” tegasnya.

Saat ini, polisi masih melakukan penyisiran dan pendalaman guna memastikan tidak ada potensi lanjutan dari konflik tersebut. Situasi di Kudus pun dipastikan dalam kondisi aman dan terkendali.

Kapolres juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya orang tua, agar lebih mengawasi anak-anak mereka, terutama menjelang momen kelulusan sekolah.

“Kami minta para wali murid untuk mengarahkan anak-anaknya menunggu pengumuman kelulusan di rumah bersama keluarga, tidak melakukan kegiatan yang berpotensi mengganggu ketertiban,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER