BETANEWS.ID, KUDUS – JHK/IPHI Kudus melalui Panitia Pendalaman Pemberangkatan dan Pemulangan Haji (P4H) menggelar kegiatan pendalaman sekaligus praktik manasik haji bagi calon jemaah haji (calhaj). Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis, 21–23 April 2026, di Gedung JHK/IPHI Kudus.
Ketua JHK/IPHI Kudus, KH Ma’ruf Siddiq, menegaskan bahwa pendalaman manasik menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.
“Ibadah haji itu bukan sekadar prosesi, seperti mengelilingi Ka’bah atau melempar jumrah. Semua membutuhkan pemahaman dan ilmu agar bisa dijalankan dengan benar,” ujarnya.
Ia menilai, meskipun para calhaj sebelumnya telah mendapatkan materi manasik, penguatan kembali tetap diperlukan agar pemahaman mereka semakin matang dan tidak lupa terhadap ketentuan yang ada.
Dalam kegiatan ini, peserta juga diberi kesempatan untuk aktif berdiskusi. Panitia bahkan menyediakan ruang tanya jawab, termasuk kotak pertanyaan, agar jemaah dapat menyampaikan hal-hal yang belum dipahami.
Baca juga : Lima Calon Jemaah Haji Jepara Gagal Berangkat ke Tanah Suci
“Kalau masih ada yang belum jelas, bisa ditanyakan. Kami fasilitasi agar semua bisa lebih siap dan matang ketika menjalankan ibadah di Tanah Suci,” ungkapnya.
Lebih lanjut, KH Ma’ruf menyebut para calhaj nantinya akan menjadi bagian dari keluarga besar JHK/IPHI setelah menunaikan ibadah haji. Organisasi tersebut akan menjadi wadah untuk terus membina para alumni haji agar tetap aktif dalam kegiatan keagamaan.
Sementara itu, Ketua P4H JHK/IPHI Kudus, Deka Hendratmanto, menjelaskan kegiatan dibagi dalam dua tahap utama. Pada dua hari pertama, peserta mendapatkan materi terkait syarat dan rukun haji, larangan ihram, dam haji, hingga gambaran perjalanan haji untuk gelombang 1 dan 2.
“Hari terakhir kita adakan praktik manasik. Ini dibuat semirip mungkin dengan kondisi di Tanah Suci,” jelasnya.
Dalam simulasi tersebut, peserta akan menjalani rangkaian ibadah mulai dari ihram, wukuf yang disimulasikan di lokasi JHK sebagai Arafah, hingga pergerakan ke titik lain seperti Alun-Alun Kudus untuk praktik lempar jumrah dan tawaf.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para calon jemaah haji asal Kudus dapat menjalankan ibadah dengan lebih percaya diri, memahami setiap tahapan, serta mampu mengantisipasi berbagai kondisi saat berada di Tanah Suci.
Editor: Kholistiono

