BETANEWS.ID, KUDUS – Dugaan pemerasan oknum organisasi masyarakat (Ormas) kepada salah satu Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Sunan Kudus mendapat perhatian dari berbagai pihak. Paguyuban PKL CFD Kudus pun meminta agar kasus tersebut diusut secara tuntas.
Ketua Paguyuban PKL CFD Kudus, Yanuar Hilmy menyampaikan kecaman atas dugaan pemerasan oknum ormas terhadap salah satu PKL. Oleh karena itu kasus tersebut harus diusut tuntas untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama para PKL.
“Sesama PKL, kami tentu mengecam aksi pemerasan tersebut. Kami meminta pihak kepolisian mengusut tuntas hal tersebut agar rasa aman dan kondusifitas Kudus tetap terjaga,” ujar Yanuar melalui pesan tertulisnya, Senin (13/4/2026).
Yanuar juga meminta semua pihak yang terlibat dalam video tersebut untuk memberikan klarifikasi secara terbuka. Supaya semuanya jadi jelas dan gamblang.
“Kami juga minta kejelasan dari Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Kudus terkait yuridis dari sistem penarikan terhadap PKL di Jalan Sunan Kudus, terutama yang ada di sekitara SMP 1 Kudus,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang PKL di Jalan Sunan Muria tepatnya yang mangkal di SMP 1 Kudus diduga diperas hingga puluhan juta oleh oknum ormas.
Kasus bermula adanya video yang beredar luas memperlihatkan seorang oknum ormas diduga tengah meminta sejumlah uang kepada pedagang yang berjualan di bahu jalan.
Rekaman tersebut memicu reaksi publik. Hingga kemudian muncul dugaan adanya tekanan dan ancaman terhadap pedagang dan perekam video.
Berdasarkan informasi, ada tawaran penyelesaian damai oleh oknum tersebut dengan nilai Rp20 juta. Namun setelah video viral, nominal yang diminta justru meningkat menjadi Rp30 juta.
Korban diketahui telah menyerahkan uang sebesar Rp20 juta yang dibagi kepada dua pihak, yakni pedagang yang dimintai uang dan perekam video.
Kapolsek Kudus Kota AKP Subkhan membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyebut, para pengadu sempat datang langsung ke kantor polisi dengan didampingi sejumlah tokoh masyarakat.
“Memang benar ada laporan itu. Para pengadu datang ke kantor kami diantar oleh tokoh warga,” ujarnya kepada awak media belum lama ini.
Editor: Kholistiono

