BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kudus menggelar pelatihan pembuatan kue kering dan jajanan pasar pada Senin (5/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman rumah dinas Wakil Bupati Kudus ini diikuti puluhan ibu rumah tangga.
Ketua PKK Kudus, Endhah Endhayani Sam’ani Intakoris, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi langkah nyata untuk memberdayakan ibu-ibu agar memiliki keterampilan yang bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Program ini diharapkan bisa memberikan bekal kepada ibu rumah tangga agar memiliki kemampuan berwirausaha. Dengan begitu, mereka bisa menghasilkan karya yang bernilai sekaligus membantu perekonomian keluarga,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Menurutnya, ke depan para peserta pelatihan didorong untuk benar-benar menekuni usaha mandiri. Selain menambah penghasilan, hal ini juga diharapkan mampu mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan keluarga di Kudus.
“Nantinya kalau produk kita bisa bantu promosi. Produknya bisa dititipkan di Dekranasda,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Disnakerperinkop dan UKM Kudus, Catur Widiyanto, menyampaikan bahwa pelatihan ini memang menyasar ibu-ibu PKK sebagai kelompok yang potensial untuk dikembangkan.
“Pelatihan ini diikuti 32 peserta dan akan berlangsung hingga 25 April 2026. Harapannya, para peserta bisa mengembangkan usaha sendiri setelah pelatihan selesai,” jelasnya.
Ia menambahkan, program pelatihan tersebut didanai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Alokasi tahun ini kurang lebih sebesar Rp 2 miliar.
“Selain pelatihan ini, kami juga menyelenggarakan berbagai pelatihan lain seperti montir, menjahit, konten kreator, hingga editing video. Secara keseluruhan ada 36 paket pelatihan dengan total peserta mencapai sekitar 576 warga Kudus,” rincinya.
Dia berharap, pelatihan ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para warga. Bagi mereka yang sudah punya usaha bisa untuk meningkatkan keterampilan. Sementara yang belum, bisa berlatih agar punya keterampilan sesuai yang ingin ditekuni.
“Semoga program ini mampu membuka peluang usaha baru di Kota Kretek. Sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat dari level rumah tangga,” imbuhnya.
Editor: Kholistiono

