Tenggelam saat Berenang di Air Terjun Watu Bobot, Dua Remaja di Jepara Ditemukan Meninggal

BETANEWS.ID, JEPARA– Peristiwa pilu menimpa dua orang remaja asal Desa Bawu, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara. Mereka ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam saat berenang di air terjun.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto mengatakan peristiwa itu terjadi di Air Terjun Watu Bobot, Dukuh Sepando, Desa Somosari, Kecamatan Batealit pada Sabtu, (28/3/2026).

Dua remaja yang dilaporkan meninggal yaitu Muhammad Zubaitul Kharim (18) dan Ahmad Sahlus Sulvi (19). Keduanya merupakan warga Desa Bawu, Kecamatan Batealit, Jepara.

-Advertisement-

Arwin menjelaskan awalnya dua remaja yang ditemukan meninggal itu datang rombongan bersama dua temannya yang lain untuk berwisata.

Mereka tiba di lokasi air terjun sekitar pukul 08.30 WIB. Setibanya di lokasi salah satu korban bernama Azka berenang di lokasi namun tenggelam.

“Mengetahui temannya tenggelam, korban yang kedua berusaha menolong namun malah ikut tenggelam,” kata Arwin dalam laporan resmi yang diterima Betanews.id.

Baca juga : Miris! Santri di Jepara Diduga Jadi Korban Pencabulan Pimpinan Ponpes

Korban pertama ditemukan sekitar pukul 11.30 WIB. Lokasinya di sekitar titik korban tenggelam. Korban pertama ditemukan dengan bantuan jangkar, sedangkan korban kedua ditemukan tim penyelam sekitar 10 menit dari evakuasi korban yang pertama.

Pencarian korban melibatkan personel SAR dan Tim BPBD Jepara yang menyelam ke dasar sungai dengan kedalaman sekitar lima meter.

Arwin mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati saat berwisata di lokasi wisata air sebaba kondisi alam sering kali tidak sepenuhnya aman. Salah satu risiko yang terkadang tidak disadari yaitu arus bawah.

Terlebih saat peristiwa terjadi, arus bawah di lokasi kejadian cukup kuat. Kondisi itu juga menjadi salah satu kendala dalam proses pencarian dan evakuasi korban.

“Di lokasi arus bawahnya kencang banget. Intinya hati-hati jaga keselamatan,” ujarnya.

Arwin mengingatkan agar masyarakat maupun wisatawan tidak lengah saat bermain air di kawasan wisata alam. Terlebih di lokasi yang memiliki kedalaman tidak merata, bebatuan licin, serta pusaran atau arus bawah yang sulit terlihat dari permukaan.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER