BETANEWS.ID, KUDUS – Harga tiket bus sudah mulai berangsur mengalami kenaikan secara bertahap menjelang arus mudik Lebaran. Kenaikan harga tiket pada momen arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriyah kali ini, disebut bisa mencapai lebih dua kali lipat dari harga normalnya.
Sebagian besar harga tiket di masing-masing perusahaan otobus (PO) di momen seperti itu menjadi siklus tahunan, mengalami kenaikan. Salah satunya Perusahaan Otobus (PO) New Shantika, di mana H-15 Hari Raya Idulfitri, harga tiket mulai ada kenaikan meski tak begitu signifikan.
Manajer Operasional PO New Shantika, Hartotok Priyo Wiyono mengatakan, bahwa kenaikan harga tiket momen lebaran disepakati melalui forum paguyuban Organisasi Angkatan Darat (Organda). Menurutnya, melalui paguyuban tersebut masing-masing perusahaan bus, kenaikan harga tiket sudah ditentukan.
“Harga tiket arus mudik dan balik saat ini mulai ada kenaikan secara bertahap, sesuai kesepatakan paguyuban PO bus, dalam hal ini Organda,” bebernya saat ditemui di Garansi PO New Shantika yang berada di Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, belum lama ini.
Ia menyebut, kenaikan harga tiket jelang lebaran dimulai H-15 atau 5 Maret. Di mana kenaikan harga tiket kurang 15 hari jelang hari raya mengalami keniakan Rp30-50 ribu. Kemudian H-10 sampai H-7 lebaran atau 8-12 Maret, kenaikan harga mencapai 100 ribu.
Baca juga: PO New Shantika Siapkan 50 Armada untuk Mudik dan Arus Balik Lebaran 2026
“Sedangkan pada puncak arus mudik, H-7 sampai hari H atau 15-22 Maret kenaikan menyentuh dua kali lipat, bahkan bisa lebih dari dua kali lipat dari harga normalnya. Kenaikan harga ini dikarenakan bus dari arah timur berangkat kosongan tanpa penumpang, jadi untuk menutup operasional sehingga harus dinaikan dua kali lipat,” ungkapnya.
Momen lebaran, kata dia, selalu ada kenaikan harga. Hal itu disebut siklus tahunan untuk menutup operasional bus, yang berangkat tanpa penumpang. Hal itu disebabkan, karena kebanyakan orang perantauan kembali untuk merayakan hari raya di kampung halamannya.
Sementara itu, pihaknya memprediksi puncak arus balik lebaran tahun ini dimulai 26 Maret sampai 1 April 2026. Pada periode itu, harga tiket mencapai dua kali lipat dari harga normalnya.
“New Shantika sendiri memiliki tiga tipe bus, meliputi kelas eksekutif, super eksekutif (SE), dan sleeper class. Tentu harga ketiga tipe ini masing-masing berbeda, Eksekutif harga tiket normalnya Rp260 ribu, SE harga Rp290 ribu, dan sleeper class Rp340 ribu,” jelasnya.
Priyo menambahkan, ketersediaan bus dalam melayani penumpang pada arus mudik dan balik lebaran, PO New Shantika dengan total 42 bus. Rinciannya kelas eksekutif tersedia ada 28 bus, kelas SE ada 10 unit, dan sleeper class ada empat unit.
Editor: Kholistiono

