BETANEWS.ID, PATI – Ratusan emak-emak menyerbu pasar murah di Kelenteng Tjong Hok Bio, Desa Tluwah, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Selasa (3/3/2026). Warga dari berbagai desa rela mengantre panjang sejak pagi demi mendapatkan kebutuhan pokok dan jajanan Lebaran dengan harga jauh di bawah pasaran.
Sejak pagi, halaman kelenteng dipadati warga yang membawa kupon belanja. Antusiasme terlihat jelas saat panitia membuka layanan. Selisih harga yang ditawarkan terbilang signifikan, berkisar Rp3.000 hingga Rp8.000 per produk.
Gula pasir yang di pasaran mencapai Rp18.000 per kilogram, dijual Rp14.000. Minyak goreng kemasan 800 mililiter dibanderol Rp14 ribu. Sementara sirop Marjan yang biasanya Rp23.000 dipangkas menjadi Rp15.000. Berbagai parsel Lebaran juga tersedia dengan harga mulai Rp33 ribu.
Ketua Kelenteng Tjong Hok Bio, Eddy Siswanto menjelaskan, kegiatan pasar murah ini digelar untuk membantu warga setempat yang terdampak banjir beberapa waktu lalu. Panitia menyiapkan 600 kupon yang langsung habis dalam waktu singkat.
“Kami mengadakan pasar murah yang betul-betul murah untuk masyarakat pasca-banjir,” katanya.
Selain bahan pokok, panitia juga menyediakan aneka jajanan dan parsel untuk kebutuhan Lebaran. Langkah tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.
“Kita membantu supaya masyarakat di desa Tluwah dan sekitarnya bisa melaksanakan lebaran,” ujar Eddy.
Menurut Eddy, pasar murah ini merupakan bagian dari kegiatan sosial dalam rangka peringatan Cap Go Meh. Rangkaian acara di kelenteng dijadwalkan berlangsung hingga sore hari dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang menyajikan menu khas serta hiburan lintas budaya.
“Nanti sore kami mengadakan buka bersama dengan menu Lontong Cap Go Meh. Hiburannya ada pertunjukan barongsai dan rebana,” beber dia.
Kehadiran pasar murah tersebut mendapat sambutan positif dari warga. Likah, salah seorang pembeli, mengaku terbantu dengan adanya selisih harga yang cukup besar dibandingkan pasaran. Ia membeli sejumlah kebutuhan untuk persiapan bulan puasa.
“Pasar murah ini membantu sekali, apalagi untuk kebutuhan puasa. Tadi membeli minyak goreng, gula, egg roll, kue,” bebernya.
Likah berharap, kegiatan serupa dapat digelar secara rutin agar masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah, terus mendapatkan akses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Ya, semoga (pasar murah) sering diadakan untuk bantu warga,” pungkasnya.
Editor: Suwoko

