31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Tak Cuma Ukir, Jepara Juga Krisis Regenerasi Pengrajin Remitan 

BETANEWS.ID, JEPARA – Dikenal sebagai daerah yang memiliki banyak peninggalan budaya, Kabupaten Jepara kini menghadapi tantangan serius berupa krisis regenerasi. 

Tantangan itu tidak hanya di sektor kerajinan ukir yang menjadi ikon Jepara, tetapi juga pada kerajinan remitan. Yaitu mainan gerabah yang terbuat dari tanah liat.  

Baca Juga: Mulai Dibangun 2027, Jalur Alternatif Sumanding-Tempur Bakal Difokuskan Jadi Jalur Mitigasi 

-Advertisement-

Di Kabupaten Jepara, daerah yang dikenal sebagai sentra atau Kampung Remitan berada di Desa Mayong Lor, Kecamatan Mayong. 

Camat Mayong, Muh Taufik mengatakan saat ini total terdapat 89 pengrajin Remitan di Desa Mayong Lor. Namun, 22 dari 89 pengrajin saat ini sudah tidak aktif memproduksi Remitan. 

“Jumlah pengrajin remitan saat ini semakin sedikit akibat generasi muda cenderung bekerja di pabrik paska lulus sekolah. Sehingga regenerasi pengrajin menurun,” katanya saat kegiatan Bupati Ngantor di Desa Rajekwesi, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Selasa (27/1/2026). 

Produk yang dihasilkan dari Kampung Remitan diantaranya, celengan tanah liat, guci, serta mainan peralatan memasak untuk anak-anak. Mulai dari kendil, uleg-uleg, spatula, centong, cobek, gelas, dan mangkok. 

Sebagai upaya untuk melestarikan kerajinan tersebut, Taufik mengatakan pihaknya membuka trip atau paket wisata outing class bagi anak-anak sekolah agar mengenal kerajinan remitan. 

“Kita ada paket eduwisata untuk anak-anak sekolah, meliputi Kampung Remitan, Monumen Ari-Ari Kartini, dan Wisata Tengah Sawah,” ujarnya. 

Tidak hanya itu, pihaknya juga mengusulkan kepada Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara untuk memasukkan Remitan dalam kurikulum muatan lokal. 

“Iya harapannya ada dukungan untuk memasukkan muatan lokal kerajinan gerabah atau remitan di sekolah melalui pelajaran P5,” katanya. 

Sementara itu, Kepala Disdikpora Kabupaten Jepara, Ratib Zaini mengatakan saat ini pihaknya sudah membuat surat himbauan, baik SD maupun SMP untuk memasukkan kerajinan remitan dalam salah satu pilihan ekstrakurikuler di sekolah. 

Baca Juga: Geger! Pria di Jepara Diduga Meninggal Usai Nonton Orkes 

Hanya saja, karena di Kabupaten Jepara tidak semua daerah memproduksi remitan, sehingga himbauan tersebut tidak semua sekolah menerapkan. 

“Akhir tahun kemarin kita sudah mengeluarkan surat himbauan kepada sekolah untuk memasukkan remitan dalam pilihan ekstrakurikuler,” katanya. 

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER