BETANEWS.ID, JEPARA – Seorang pria asal Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara diduga meninggal setelah menonton pertunjukkan orkes di Desa Guyangan, Kecamatan Bangsri pada Sabtu (24/1/2026) malam.
Kabar itu sontak langsung membuat geger masyarakat Kabupaten Jepara. Dari informasi yang beredar di media sosial, pria bernama Ary Saputra itu meninggal dunia diduga akibat dikeroyok ketika atau usai menonton orkes.
Baca Juga: Halal dan Higienis, Tiga RPH di Jepara Siap Suplai Dapur MBG
Kasatreskrim Polres Jepara, AKP M Faizal Wildan Umar Rela mengatakan sampai saat ini pihaknya belum bisa memastikan apa penyebab pasti dari meninggalnya pria tersebut. Saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman.
“Kami belum bisa memastikan penyebab kematiannya apa. Kami masih melakukan penyelidikan,” kata AKP Wildan pada Senin (26/1/2026).
Dari hasil penyelidikan awal, Wildan mengatakan tempat kejadian perkara (TKP) yang menyebabkan pria itu meninggal bukan di lokasi orkes. Namun di jalan raya wilayah Desa Tengguli, Kecamatan Bangsri.
“TKP-nya bukan di lokasi orkesan. Jauh dari lokasi orkesan,” sebut Wildan.
Wildan melanjutkan sebelumnya korban memang menonton orkes di Desa Guyangan bersama beberapa temannya. Setelah itu, bersama seorang temannya, korban berpisah dengan teman-temannya.
Rencananya, korban akan bertemu seseorang di SPBU Wedelan, Kecamatan Bangsri. Keduanya berboncengan dengan sepeda motor. Sesampainnya di wilaya Desa Tengguli, korban dan temannya mengalami insiden. Insiden inilah yang sampai sekarang masih diselidiki Polisi.
“(Indikasi) Bukan karena pengeroyokan. Dugaannya, antara penganiayaan atau laka tunggal. Dua-duanya dalam kondisi terpengaruh alkohol,” ungkap AKP Wildan.
Akibat insiden itu, lanjut Wildan, keduanya mengalami luka-luka. korban mengalami luka fatal di area kepala seperti bekas kecelakaan atau benturan dengan benda tumpul. Sedangkan temannya mengalami luka-luka nyaris sama, namun di bagia tubuh lain, seperti bekas kecelakaan.
Setelah insiden itu, korban dilarikan ke rumah sakit. Namun pagi harinya, sekitar pukul 07.00 WIB, korban meninggal dunia.
Siang harinya, Wildan menggandeng Biddokkes Polda Jateng melakukan autopsi. Tujuannya untuk mengidentifikasi luka dan penyebab kematiannya.
“Hasil sementara dari autopsi, penyebab kematiannya akibat benturan benda tumpul di kepala,” jelas AKP Wildan.
Sampai saat ini, AKP Wildan masih terus melakukan pendalaman. Pihaknya masih menyelidikan penyebab kematian korban. Apakah karena kecelakaan lalulintas atau penganiayaan.
Editor: Haikal Rosyada

