31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Farid Gaban Sebut Gerakan Kritis Warga Pati Jadi Pondasi “Reset Indonesia”

BETANEWS.ID, PATI – Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mengadakan rembuk warga dan diskusi buku #Reset Indonesia di Ngablak, Kecamatan Cluwak, Pati, Minggu (25/1/2026). Buku #Reset Indonesia merupakan karya empat jurnalis yang berkeliling Indonesia. Mereka yakni Farid Gaban, Dandhy Laksono, Yusuf Priambodo dan Benaya Harobu.

Diskusi buku Reset Indonesia ini, dihadiri secara langsung oleh salah satu penulisnya yakni Farid Gaban. Dalam kesempatan itu, jurnalis senior itu menyebut, ada 7 gagasan di dalam buku tersebut, salah satunya terkait otonomi daerah.

Baca Juga: Giliran Kantor Koperasi di Pati Digeledah KPK, Petugas Angkut 5 Koper

-Advertisement-

“Ide reset Indonesia salah satunya otonomi daerah dan pembangunan konsep dari bawah. Jadi apa yang sudah dilakukan teman-teman Pati satu embrio Reset Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat Pati sudah memulai pijakan awal untuk menata ulang Indonesia. Seperti masyarakatnya yang bersikap kritis terhadap kekuasaan.

“Apa yang dilakukan teman-teman di Pati sebuah pondasi Reset Indonesia. Salah satunya di mulai dari sikap kritis terhadap kebijakan publik,” ucapnya.

Farid menilai gerakan masyarakat Pati melawan kebijakan Bupati Sudewo menginspirasi banyak daerah. Sehingga banyak yang berani melawan kebijakan yang tidak benar.

“Dari Pati ini juga menular ke daerah-daerah lain. Trenggalek juga cukup bagus. Mereka juga bikin gerakan masyarakat untuk melawan program pemerintah pusat yang tidak sesuai apa yang mereka pikirkan. Kemudian di Sangihe dan yang lainnya berani melawan,” sebutnya.

Setelah pondasi ini, menurutnya, tinggal memperkuat gerakan sosial. Masyarakat harus saling bergandengan tangan untuk melawan ketidakadilan.

“Kita tidak bisa sendiri. Komponen masyarakat sebisa mungkin berkerja sama blok yang lebih luas. Karena lebih luas akan menjadi lebih kuat. Pasti ada perbedaan-perbedaan antara satu dan yang lain. Tapi coba kita berfikir hal yang sama,” lanjutnya.

Baca Juga: KPK Terus Sisir Pati Pasca OTT Sudewo, Sejumlah Lokasi Kembali Digeledah

Ia mencontohkan, masyarakat harus berjuang bersama untuk membebaskan para aktivis yang masih ditahan. Selain itu, juga terkait persolan di daerahnya seperti ancaman bencana dan lain sebagainya.

“Ada teman-teman kita yang masih ditahan, kita harus berjuang. Seluruh Indonesia ada 600 lebih. Itu harus berjuang untuk menyuarakan soal mereka,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER