Empat Camat dan 5 Kades Ikut Diperiksa Terkait OTT KPK Terhadap Bupati Sudewo

BETANEWS.ID, PATI – Sejumlah pihak ikut diperiksa terkait dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Pati Sudewo, Senin (19/1/2026) kemarin.

Setidaknya, ada empat camat dan lima kepala desa (kades) yang ikut diperiksa KPK. Kemudian, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Pati Tri Hariyama juga ikut diperiksa oleh penyidik di Polsek Sumber, Kabupaten Rembang.

Baca Juga: OTT Bupati Sudewo, Kepala Dispermades Pati Akui Ikut Diperiksa KPK Selama 5 Jam

-Advertisement-

Tri Hariyama mengungkapkan, pada saat dirinya diperiksa, ia melihat ada empat camat dan lima kades.

Keempat camat tersebut, yakni Camat Margorejo Arif Fadillah, Camat Jaken Tri Agung Setiawan, Camat Jakenan Yogo Wibowo dan Camat Batangan Sujono. Katanya, mereka ikut diperiksa penyidik KPK.

”Ada beberapa camat. Kalau enggak salah 4 camat. Yang saya ketahui, Camat Margorejo, Camat Jaken, Camat Jakenan dan Camat Batangan,” ujarnya, Selasa (20/1/2026).

Sementara untuk kades, Tri Hariyama mengaku setidaknya melihat lima kades. Namun dirinya tak hapal kades mana saja yang ikut diperiksa bersama dirinya. 

”Kepala desa tidak hafal. Jaken ada 4 kepala desa. Jakenan 1 kepala desa,” ucap Tri Hariyama.

Ia mengaku, dirinya diperiksa selama lima jam. Ia dimintai keterangan penyidik KPK terkait rencana pengisian perangkat desa dan proses pengisian perangkat desa.

”Cuma sebentar. Paling sekitar 5 jam. Di dalam APBD, untuk penganggaran siltap disediakan Pak Bupati 6 bulan. Berarti mulai Juli, Agustus, September, Oktober, November Desember,” sebutnya.

Ia juga mengungkap kekosongan perangkat desa di Kabupaten Pati sebanyak 615 formasi. Jumlah tersebut termasuk sekretaris desa yang berjumlah 96 formasi.

Baca Juga: Gerindra Jateng Tunggu Hasil Resmi KPK Terkait Penangkapan Bupati Sudewo

”Artinya kalau memang beliau Pak Bupati ngisi perangkat, berarti prosesnya H- 2 atau 3 bulan. Berarti bulan Maret-April. Tergantung desa. Sampai saat ini belum ada yang mengajukan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, OTT oleh KPK terhadap Bupati Pati Sudewo, diduga terkait jual beli jabatan. Dalam hal ini terkait dengan pengisian perangkat desa. 

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER