31 C
Kudus
Senin, Februari 16, 2026

Dituduh Halang-halangi Kegiatan Pertambangan, Aktivis Kendeng Gunretno Dipolisikan 

BETANEWS.ID, PATI – Kabar mengejutkan datang dari kancah perjuangan lingkungan Pegunungan Kendeng. Aktivis kawakan yang juga Ketua Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK), Gunretno, dilaporkan ke pihak kepolisian dan dijadwalkan diperiksa di Polda Jawa Tengah pada Kamis (4/12/2025) besok.

Pemanggilan ini diduga kuat sebagai respons balik terhadap sikap keras Gunretno yang konsisten menolak keberadaan tambang di kawasan penyangga ekologis tersebut.

Baca Juga: UMK Pati Tahun Depan Diusulkan Naik Sampai 21 Persen, Jadi Rp3 Juta Lebih

-Advertisement-

Surat pemanggilan terhadap tokoh sentral penolak tambang ini dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan aplikasi pesan singkat.

Dalam dokumen yang ditandatangani pada 28 November 2025 tersebut terungkap, Gunretno dilaporkan oleh seorang bernama Didik Setiyo Utomo pada awal November.

Tuduhan yang disematkan kepada Gunretno sungguh serius, menghalang-halangi Kegiatan Usaha Pertambangan (Izin Usaha Pertambangan) yang memiliki izin. Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LI/152/XI/RES.5.5./2025/Ditreskrimsus tertanggal 18 November 2025.

Dikonfirmasi mengenai surat yang beredar luas itu, Gunretno tak menampik keasliannya. Ia justru dengan tegas menyatakan sikapnya yang anti-penambangan, yang ia yakini berpotensi merusak alam.

”Pemanggilan besok. Saya juga tidak tahu. Katanya dilaporkan Didik Setiyo Utomo. Di surat (pemanggilan) itu disebutkan menghalangi penambangan. Dari dulu saya memang tidak suka tambang,” ujar Gunretno, Rabu (3/12/2025).

Aktivis yang dikenal vokal ini menunjukkan ketidaktakutan. Ia memastikan akan memenuhi panggilan Polda Jateng tepat waktu untuk memberikan klarifikasi.

”Tinggal besok jam 09.00 WIB. Besok datang,” katanya.

Gunretno menduga laporan polisi ini bukan sekadar kasus pribadi, melainkan salah satu upaya sistematis untuk “membungkam” perlawanan lingkungan terhadap eksploitasi di Pegunungan Kendeng.

”Mungkin (ini pembungkaman terhadap aktivis). Tapi saya tidak tahu siapa pelapornya,” ucapnya.

Meski demikian, hal tersebut tidak menggoyahkan semangatnya. Bagi Gunretno, perjuangan untuk Pegunungan Kendeng adalah harga mati.

Baca Juga: Gudang PT Dua Kelinci Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp25 Miliar

Ia mengingatkan, aktivitas penambangan di Kendeng adalah biang keladi kerusakan lingkungan dan pemicu utama bencana banjir yang melanda Kabupaten Pati, Kudus, hingga Grobogan.

”Harus terus berjuang agar Kendeng tetap lestari. Tetap semangat. Tidak menyurutkan perjuangan,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER