31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Bukan Jual Angin, Wiwit Minta Persoalan Air di PDAM Jepara Segera Teratasi dalam Waktu Setahun 

BETANEWS.ID, JEPARA – Bupati Jepara, Witiarso Utomo meminta agar persoalan air PDAM yang selama ini sering tersendat segera teratasi dalam jangka waktu satu tahun ke depan. 

Sebab selama ini, banyak pelanggan PDAM Jepara yang sering mengeluh akibat saluran air tidak mengalir dengan lancar.  

Baca Juga: Mantan Timses Dilantik Jadi Dirut Perumda Tirta Jungporo, Ini Kata Bupati Jepara

-Advertisement-

Hal tersebut ia tekankan usai melantik Lukman Hakim sebagai Direktur Utama (Dirut) dan Zamroni Lestiaza sebagai Dewan Pengawas (Dewas) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Jungporo masa jabatan 2025-2030 di Ruang Kerja Bupati Jepara pada Senin, (6/10/2025). 

“Harapannya agar bagaimana masyarakat bisa mendapatkan pelayanan air. Yang terpasang, kita tidak jual angin, tapi jual air sehingga semua harus teraliri,” katanya saat ditemui di Depan Gedung Shima, Kompleks Kantor Bupati Jepara, Senin (6/10/2025).  

Salah satu wilayah atau daerah yang cukup menjadi sorotan yaitu di Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung. Sebab di daerah tersebut, sambungan pipa air PDAM di rumah warga banyak yang tidak menyala selama bertahun-tahun. 

Untuk itu, di masa-masa awal kepemimpinan Dirut PDAM Tirta Jungporo yang baru, Wiwit berharap Sambungan Rumah (SR) yang selama ini mati di Desa Kedungmalang bisa hidup kembali. 

“Menghidupkan SR yang mati. Seperti kemarin 12 tidak menyala. Tapi alhamdulillah di Kedungmalang 80 SR kemarin sudah menyala,” katanya. 

Terkait target di Desa Kedungmalang, Wiwit memberi tenggat waktu selama satu bulan ke depan. Ia meminta sebanyak 240 SR di Kedungmalang bisa teraliri air dengan lancar. 

“Bulan depan, 1 November 240 SR (di Kedungmalang) harus hidup. Kalau 240 nyala, seluruh Kedungmalang bisa teraliri air tanpa henti,” ungkapnya. 

Apabila target tersebut bisa terealisasi, Wiwit menjamin di musim kemarau yang akan datang, Desa Kedungmalang tidak lagi membutuhkan dropping air bersih. 

“Jadi sudah tidak ada dropping air di Kedungmalang untuk kemarau yang akan datang,” tambahnya. 

Baca Juga: Proyek Pelabuhan Jepara Butuh Waktu 5 Tahun Sampai Bisa Beroperasi 

Sementara untuk target secara keseluruhan, Wiwit meminta agar komplain matinya air PDAM yang selama ini sering dikeluhkan bisa teratasi dalam waktu selama satu tahun pertama masa kepemimpinan Dirut dan Dewas yang baru. 

“Saya target selama 1 tahun kepemimpinan harus bersih dari komplain-komplain (matinya air PDAM), tidak ada komplain kecuali komplain pemasangan SR baru,” katanya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER