BETANEWS.ID, KUDUS – Polytron Superliga Junior 2025 resmi digelar di Kabupaten Kudus untuk pertama kalinya, setelah sebelumnya berlangsung di Magelang. Tahun ini, ajang bulu tangkis bergengsi tersebut menghadirkan empat kelompok umur sekaligus, yakni U-13, U-15, U-17, dan U-19.
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin menjelaskan, alasan pemindahan lokasi karena keterbatasan lapangan di Magelang yang hanya memiliki lima lapangan. Sementara di Kudus tersedia 12 lapangan sehingga lebih memungkinkan untuk menyelenggarakan empat nomor sekaligus.
Baca Juga: Wakil Indonesia, Thailand & Amerika Serikat Melaju ke Semifinal Polytron Superliga Junior 2025
“Tahun lalu hanya U-17 dan U-19 yang dilombakan. Sekarang ada tambahan U-13 dan U-15. Tujuannya agar atlet-atlet sejak dini terbiasa dengan atmosfer pertandingan beregu, yang tekanannya berbeda dibanding nomor perorangan,” ujar Yoppy di GOR Bulutangkis Jati, Kudus, Sabtu (20/9/2025).
Yoppy, menuturkan, untuk nomor U-13, panitia memberi aturan khusus, yakni klub-klub besar nasional tidak diperbolehkan ikut serta. Hal iti guna menjaga semangat dan ruang berkompetisi bagi klub-klub kecil.
“Kalau U-13 dibuka untuk semua, nanti yang dominan klub besar. Jadi kami batasi, hanya untuk klub di luar empat besar nasional,” jelasnya.
Sementara nomor U-15, lanjutnya, masih terbuka bagi klub besar. Bahkan, kata Yoppy, ada permintaan dari beberapa klub luar negeri agar bisa ikut di kategori U-15, U-17, hingga U-19 pada edisi mendatang.
“Klub luar negeri antusias sekali. Pasalnya, Indonesia ini kan negara bulutangkis, jadi ketika bisa ikut Superliga Junior, klub-klub luar negeri merasa tertantang sekaligus bangga,” tambahnya.
Dia menyampaikan, tahun ini, Polytron Superliga Junior diikuti delapan negara, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Singapura, Chinese Taipei, Polandia, dan Amerika Serikat. Sebenarnya ada 10 negara yang mendaftar.
“Namun Vietnam dan Selandia Baru mengundurkan diri. Hal itu dikarenakan di akhir Agustus 2025 lalu ada ramai-ramai (demo anarkis) di Indonesia, jadi mereka takut dan urung ikut Polytron Superliga Junior 2025,” sebutnya.
Menurut Yoppy, kejuaraan beregu khusus kelompok umur seperti ini hanya ada di Indonesia, bahkan disebut satu-satunya di dunia. Kalau kejuaraan resmi memang ada beregu, seperti Piala Dunia atau Kejuaraan Asia, tapi itu di level senior.
“Untuk kelompok umur, hanya ada di Indonesia yang menggelar turnamen beregu seperti Piala Thomas dan Uber,” tegasnya.
Dengan adanya format beregu sejak kelompok umur, Yoppy optimistis proses seleksi atlet menuju tim nasional akan lebih matang. Sebab, para pemain terbiasa menghadapi tekanan pertandingan beregu selama bertahun-tahun.
“Jadi ketika masuk seleksi Timnas, mereka sudah teruji. Klub-klub sudah menyiapkan, tinggal Timnas memilih yang terbaik,” katanya.
Pihak panitia juga berkomitmen memperluas partisipasi internasional di tahun-tahun mendatang. Beberapa negara tradisi bulu tangkis seperti China dan Jepang disebut sudah menyatakan minat untuk ikut pada edisi berikutnya.
Baca Juga: Lawan Persita Tangerang, Persijap Tegaskan Siap Jadi Tim Kuda Hitam
“China berencana mengirim klub di U-17 dan U-19, dan kami tawari juga di U-15, siapa tahu tertarik. Jepang dan India juga sudah kami tawari,” ungkap Yoppy.
Sebagai informasi, Polytron Superliga Junior 2025 resmi bergulir pada Senin hingga Minggu (15-21/9/2025) di GOR Djarum, Jati, Kabupaten Kudus. Turnamen yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation dan Polytron tersebut, saat ini sudah memasuki babak semifinal.
Editor: Haikal Rosyada

