BETANEWS.ID, KUDUS – Atap dua kelas Sekolah Dasar (SD) 2 Purwosari Kudus yang ambrol sejak Februari 2025 lalu sampai saat ini belum diperbaiki. Bahkan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa diungsikan di ruang-ruang seperti perpustakaan, UKS, dan laboratorium.
Bahkan beberapa siswa yang menempati ruangan tersebut mengaku tidak nyaman. Seperti halnya, Muhammad Ahza Danis Bahtiar, siswa kelas dua yang belajar di ruang perpustakaan.
Baca Juga: Pemkab Kudus Kebut Pembangunan Infrastruktur, Target Selesai Tepat Waktu dan Kualitas Bagus
Danis mengaku tidak nyaman karena ruangan terlalu sempit dan dia tidak bisa fokus selama proses pembelajaran berlangsung.
Menanggapi hal itu, Kabid Pendikakan Dasar pada Disdikpora Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho menyampaikan, permohonan maafnya kepada guru, terlebih siswa yang harus belajar di ruang seadanya. Menurutnya, proses tender yang dilakukan oleh Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) membutuhkan waktu sesuai prosedur.
“Kami mohon maaf, karena proses pengadaan barang dan jasa di lingkup pemerintah memang butuh waktu dan harus mengikuti prosedur,” katanya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (17/9/2025).
Ia mengatakan, saat ini tahapan tender sudah dalam masa sanggah. Di mana masa sanggah tersebut dijadwalkan selesai pada 22 September 2025. Setelah itu, diharapkan secepatnya sudah dapat dilakukan penandatanganan kontrak dengan pemenang tender.
“Harapan kami masa sanggah ini akan selesai di tanggal 22 September. Kemudian pemenang tendernya langsung bisa mengerjakan pekerjaan di sana,” ujarnya.
Adapun pagu anggaran yang dialokasikan untuk perbaikan sekolah tersebut mencapai Rp423 juta. Meski begitu, nilai kontrak resmi masih menunggu hasil penawaran yang diajukan oleh peserta tender.
Anggun menjelaskan, fokus perbaikan ada pada atap kelas yang ambrol. Setidaknya dua ruang kelas akan diganti atapnya, serta dilakukan perbaikan lainnya seperti dinding maupun bagian bangunan lain yang terdampak.
Baca Juga: Divonis 1,5 Tahun Penjara, Eks Kepala Disnaker Kudus Hadapi Pemecatan ASN
Ia menambahkan, pihaknya berharap siswa tetap bisa mengikuti pembelajaran dengan baik meskipun kondisi ruang kelas saat ini kurang nyaman.
“Mudah-mudahan anak-anak, walaupun kondisinya tidak nyaman, esensi dari pembelajaran itu masih ditangkap dengan baik. Target kami, akhir tahun ini perbaikan sudah selesai,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

