31 C
Kudus
Selasa, Februari 17, 2026

Dishub Kudus Terima 493 Aduan LPJU Mati, Klaim 94 Persen Sudah Tertangani

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus mencatat, sejak Januari hingga akhir Agustus 2025 telah masuk 493 aduan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) mati. Dari jumlah tersebut, 450 aduan atau sekitar 94,13 persen sudah ditangani sehingga lampu kembali menyala.

Kepala Dishub Kudus melalui Kasi Sarana dan Prasarana (Sarpras) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Muchlisin, menyampaikan bahwa pihaknya selalu bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat.

Baca Juga: Aksi Damai HMI Kudus: Lima Tuntutan Siap Diteruskan ke Pusat

-Advertisement-

“Setiap ada keluhan warga terkait LPJU yang mati, langsung kami tangani. Dari total 493 aduan, sebanyak 450 sudah tertangani, sedangkan 43 unit lainnya masih dalam proses,” ujar Muchlisin di ruang kerja, belum lama ini.

Muchlisin menjelaskan, saat ini terdapat 6.697 unit LPJU di wilayah Kabupaten Kudus. Jumlah tersebut terdiri atas 5.652 unit di jalan kabupaten, sebanyak 652 unit di jalan provinsi, dan 393 unit di jalan nasional.

Ia menambahkan, meski Dishub hanya memiliki kewenangan penuh di jalan kabupaten, namun untuk laporan LPJU di jalan provinsi maupun nasional tetap ditindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama instansi terkait.

“Kerusakan LPJU tidak hanya terjadi di jalan kabupaten, tetapi juga di jalan provinsi dan nasional. Untuk yang di luar kewenangan, tetap kami lakukan perbaikan sambil berkoordinasi,” bebernya.

Muchlisin juga menyebutkan ada tiga kanal pengaduan resmi yang dapat digunakan masyarakat, yakni Wadul K1 dan K2, SIP Terang, serta Sistem Informasi Pengaduan Lampu Jalan Umum Kudus (Sipujaanku).

“Aduan lewat Sipujaanku disampaikan melalui website, sementara Wadul K1-K2 dan SIP Terang dapat diakses via WhatsApp,” jelasnya.

Menurutnya, setiap laporan LPJU mati umumnya ditindaklanjuti maksimal dalam waktu 24 jam. Petugas turun ke lapangan untuk mengecek penyebab padamnya lampu.

“Kerusakannya beragam, mulai dari masalah jaringan, konslet, hingga lampu yang benar-benar mati. Kalau tidak ada kendala serius, biasanya bisa langsung menyala kembali,” paparnya.

Baca Juga: DPRD Kudus Dorong Pembayaran Retribusi Wisata Non Tunai Tak Hanya via QRIS

Untuk mendukung perbaikan, tahun 2025 Dishub Kudus mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,7 miliar yang bersumber dari APBD. Dana ini dipakai untuk pengadaan bohlam lampu serta komponen lain yang dibutuhkan.

“Dengan adanya stok komponen yang memadai, proses perbaikan bisa dilakukan lebih cepat ketika terjadi kerusakan,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER