BETANEWS.ID, KUDUS – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kudus menggelar aksi damai dengan melibatkan sekitar 40 orang mahasiswa, Kamis (4/9/2025). Mereka disambut untuk melakukan audiensi di Pendapa Kudus oleh Bupati dan jajaran forun koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten Kudus.
Dalam audiensi tersebut, HMI membawa lima tuntutan yang berlandaskan isu nasional maupun regional. Mereka meminta agar aspirasi benar-benar diteruskan secara langsung ke pemerintah pusat.
Baca Juga: DPRD Kudus Dorong Pembayaran Retribusi Wisata Non Tunai Tak Hanya via QRIS
Bahkan, dalam aksi tersebut Bupati Kudus dan jajaran forkopimda disumpah, agar aspirasi mereka benar-benar ditindaklanjuti dengan baik.
Koordinator lapangan aksi, Muhammad Arya Luqman Syah menyampaikan, bahwa mahasiswa hadir sebagai agen perubahan sekaligus mitra pemerintah. Pihaknya menegaskan siap membantu pemerintah apabila diperlukan.
“Harapannya aspirasi ini bisa terealisasikan dan benar-benar tersampaikan. Kami menagih janji-janji bupati yang pernah disampaikan, agar serius untuk diteruskan ke pusat. Untuk itu kami menggelar seremonial sumpah kepada bupati,” bebernya.
Luqman menilai bahwa kericuhan di berbagai daerah belakangan ini tidak hanya bersumber dari DPR, melainkan juga dari pejabat yang tidak sungguh-sungguh mendengarkan aspirasi rakyat.
“Mereka bukannya totalitas menemui masyarakat, tetapi justru menghadapkan rakyat dengan aparat, sehingga rakyat dibenturkan dengan aparat, sehingga aspirasi tidak tersampaikan dengan baik,” ungkapnya.
Salah satu isu lokal yang menjadi tuntutan mereka adalah terkait penyelewengan seksual di Kudus. Dia mencontohkan kasus penggerebekan di sebuah hotel di Kudus yang sempat ramai diberitakan.
“Itu bentuk penyelewengan seks yang harus ditanggulangi. Kami juga mengimbau agar maraknya free seks bisa ditekan, sekaligus mereka juga melakukan edukasi ke sesama mahasiswa,” jelasnya.
Luqman yang memakai atribut shopeefood dalam aksi tersebut, sebagai simbol penghormatan kepada almarhum Afan Kurniawan. Di mana Afan menjadi korban terlindas oleh mobil baracuda Brimob yang lalu.
“Kami membawa simbol Shopee Food, karena Afan adalah bagian dari ojol yang mencari nafkah, namun justru tertimpa musibah saat menyuarakan aspirasi,” katanya.
Sementara itu, Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris mengaku, senang aksi berjalan dengan lancar tanpa ada kerusuhan. Bahkan mereka diterima dengan baik dengan beraudiesi langsung di Pendapa Kabupaten Kudus.
“Alhamdulillah, aksi berjalan baik. Tuntutan akan kami sampaikan ke pusat. Untuk penanganan kasus asusila di Kudus, kami sudah melakukan razia secara terus menerus, termasuk kos-kosan. Pada prinsipnya Forkopimda menerima tuntutan dan kami akan teruskan,” tegasnya.
Saat disinggung terkait saat dirinya disumpah dengan tujuan aspirasi mereka benar-benar disampaikan ke pemerintah pusat, Sam’ani tak mempersalahkannya. Sebab, saat menjadi Bupati Kudus, dia juga disumpah jabatan oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Saat menjabat saya juga disumpah,” terangnya.
Baca Juga: Antusias Warga Tinggi, Point Coffee Tambah Gerai Baru di Kudus
Persoalan pengelolaan sampah yang menjadi bagian dari tuntutan, dia mengaku, sudah mengalokasikan anggaran untuk pengelolaan Refuse Derived Fuel (RDF) yang bekerja sama dengan sejumlah pihak.
“Bukan berarti kita diam. Tahun ini sudah ada anggaran untuk pengelolaan RDF, kita juga bekerja sama dengan Djarum, Pura, serta program pilah sampah di desa. Djarum juga membantu insinerator untuk TPS desa, dan kami membantu tiap desa mendapat bantuan Rp100 juta untuk pemilhan sampah di tingkat desa,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

