BETANEWS.ID, KUDUS – Menjelang Maulid Nabi Muhammad SAW, produksi pembuatan nanya (rantang) atau yang sering disebut golok-golok mentok di Kudus banjir pesanan. Salah satunya milik perajin bernama Fatimah, warga Desa Jepang RT 6 RW 10, Kecamatan Mejobo.
Terlihat tangan terampilnya lihai dalam proses menganyam hingga menjadi produk yang banyak diminati warga di saat maulid seperti sekarang. Wanita paruh baya yang kini berusia 63 tahun itu bahkan tampak tak mengalami kesulitan dalam hal produksi.
Baca Juga: Sulistyowati Ditunjuk Jadi PLH PKPLH Kudus, Sambil Menunggu Proses Pemeriksaan Disiplin
Fatimah mengatakan, sebulan sebelumnya dia sudah mendapat pesanan golok-golok mentok dari tengkulak untuk dijual lagi ke konsumennya. Ratusan golok-golok mentok yang dibuat ludes terjual untuk momen maulid.
“Mulai bulan Safar (satu bulan sebelumnya) sudah mulai membuat, karena pesanan sudah mulai masuk. Untuk golok-golok mentok ini biasanya ramainya sampai dua pekan setelah tanggal 12 maulid, jadi memang momentum bagus untuk pelaku usaha,” bebernya saat ditemui di rumah produksinya, Rabu (3/9/2025).
Setidaknya, kata dia, 600 biji terjual kepada bakul yang datang langsung ke rumahnya. Nenek tiga cucu itu menuturkan, meski 600 biji sudah dianggap banyak, tapi tahun lalu dai bisa memproduksi hingga 850 biji.
“Kalau untuk pesanannya itu lebih ramai tahun lalu. Sekarang ini, sudah banyak yang membuat seperti ini jadi konsumen banyak pilihan untuk memesan di mana saja,” tuturnya.
Biasanya, rantang kecil berwarna warni yang ia buat itu digunakan sebagai tempat jajanan sebagai oleh-oleh perayaan maulid. Baik di musala, masjid, bahkan di sekolah-sekolah.
Dalam waktu satu pekan, Fatimah setidaknya bisa memproduksi 100 biji, mulai dari proses mengirat bambu jadi tipis, pewarnaan secara manual, menganyam, hingga menjadi produk yang siap digunakan. Untuk menganyam per satu bijinya butuh waktu lima menit.
“Kalau yang sudah biasanya ini mudah. Tapi bagi yang belum pernah membuat akan sulit untuk dibuat. Terpenting butuh kesabaran dan ketelatenan dalam membuat produk ini,” jelasnya.
Baca Juga: Dinas PMD Kudus Sebut Bumdes Bakal Dapat 20 Persen Dana Desa
Fatimah menambahkan, untuk persatu ombyok atau yang berisi 10 biji, dijualnya dengan harga Rp20 ribu untuk ukuran kecil. Sedangkan Rp25-30 ribu untuk ukuran besar. Ia mengaku untuk bahan baku sendiri didapatkan dengan mudah.
“Kalau golok-golok mentok ini kan produk musiman, ya, jadi setelah maulid selesai, ya, buat produk kerajinan bambu lainnya, seperti kurungan ayam maupun pengki bambu,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

